Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus bekerja membangun dan memperbaiki puluhan jembatan di sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) pascabanjir yang melanda dua bulan lalu. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memulihkan akses transportasi dan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
Di beberapa kawasan, seperti Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, personel TNI bekerja menggali tanah, mengangkut material, dan menyiapkan fondasi untuk jembatan gantung yang menghubungkan permukiman warga. Selain itu, alat berat juga digunakan untuk pembangunan jembatan beton di sejumlah titik.
Pembangunan yang berlangsung mencakup berbagai jenis struktur jembatan, termasuk jembatan gantung serta jembatan modular dan Armco, yang ditargetkan selesai dalam beberapa minggu mendatang. Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI menargetkan beberapa jembatan gantung yang rusak selesai pada awal Februari 2026 guna memulihkan konektivitas antarpermukiman.
Kerja TNI dalam memperbaiki infrastruktur ini dilakukan di tengah tantangan akses yang terputus akibat banjir besar. Pemulihan jembatan dinilai krusial untuk membuka kembali rute distribusi logistik, akses pendidikan, serta layanan dasar masyarakat yang sempat terhambat.
Upaya tersebut mencerminkan langkah berkelanjutan dari tugas TNI dalam mendukung rehabilitasi pascabanjir, sekaligus membantu mempercepat proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di daerah terdampak.