Menko AHY: Jalur Laut Solusi Paling Mungkin Agar Bantuan Segera Tiba
Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan, Medan, menggunakan KRI Sutedi Senoputra 378, Senin (1/12).
Pemerintah Pusat mempercepat penyaluran bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat (Sumbar) dengan mengirimkan 50 ton beras melalui jalur laut, menyusul masih terputusnya sejumlah akses darat akibat longsor dan banjir besar.
Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan, Medan, menggunakan KRI Sutedi Senoputra 378, Senin (1/12).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan jalur laut menjadi opsi tercepat untuk mencapai wilayah yang hingga kini belum bisa dijangkau kendaraan logistik.
“Beberapa daerah masih terisolir total. Karena itu jalur laut menjadi solusi paling memungkinkan agar bantuan segera tiba,” ujar AHY saat memimpin pelepasan bantuan.
Rincian Bantuan
Bantuan 50 ton beras tersebut merupakan kolaborasi dua kementerian, yakni 40 ton dari Kementerian Transmigrasi dan 10 ton dari Kementerian Sosial.
Selain beras, kapal juga membawa sembako, mi instan, dan obat-obatan. Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, ikut hadir mengingat beberapa kawasan transmigrasi turut terdampak.
Komandan KRI Sutedi Senoputra melaporkan bahwa kapal diperkirakan tiba di Lhokseumawe dalam 17–18 jam, lalu melanjutkan perjalanan lima jam menuju Idi Rayeuk, dua area yang disebut sebagai titik paling membutuhkan bantuan segera.
AHY menambahkan pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan akses darat dengan mengerahkan alat berat melalui Kementerian PUPR.
“Pemulihan jalur transportasi sangat mendesak agar distribusi logistik berikutnya tidak lagi terhambat,” kata AHY.