Menhut: Aren Untuk Swasembada Energi, Jadi Program Favorite Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menjadikan aren sebagai pohon favorit karena potensi luar biasa dari setiap bagian pohon ini.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung kebun aren di Dusun Cisarua, Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (10/5). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan penanaman berjalan dengan baik dan produktivitas pohon aren dapat terus ditingkatkan.
Dalam kunjungannya, Menhut turut didampingi oleh Penasehat Utama Menteri Willie Smits, seorang ahli konservasi dan mikrobiologi, serta Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih dan Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko.
"Pak Presiden sudah lama menjadikan aren menjadi pohon yang paling beliau suka dan senangi, karena ini pohon ajaib dari ujung sampai akar bisa dipakai," ujar Menhut Raja Antoni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/5).
Ketahanan Pangan dan Energi
Raja Antoni menyebut Presiden Prabowo Subianto menjadikan aren sebagai pohon favorit karena potensi luar biasa dari setiap bagian pohon ini. Mulai dari ijuk, nira, hingga akar, semuanya bisa dimanfaatkan.
“Menjadi ijuk, lalu sagunya bisa dipakai untuk ketahanan pangan, kosmetik juga bisa. Ketahanan pangan dan energi, sehingga aren merupakan suatu yang baik,” kata Menhut.
Pohon aren, kata Raja, berpotensi besar untuk menghasilkan bioetanol, yang bisa menjadi solusi swasembada energi nasional.
“Dari 1 hektar aren apabila ditanam baik, maka akan bisa memproduksi 24 ribu kiloliter bioetanol. Kalau kita tanam 1 juta hektar, sama dengan kita tidak perlu impor BBM,” jelasnya.
Presiden Prabowo, lanjut Menhut, telah memerintahkan penanaman 300 ribu hektare aren tahun ini, sebagai bagian dari target menuju 1,2 juta hektare.
"Ini adalah salah satu program favoritenya Pak Prabowo. Di rapat terbatas dengan saya, beliau sudah memerintahkan mencari bibit yang pas dan memulai penanaman," tambah Raja.
Aren Lebih Hebat dari Kelapa
Dalam kesempatan yang sama, Willie Smits memaparkan alasan ilmiah di balik keunggulan pohon aren yang membuat Prabowo begitu tertarik.
"Satu pohon aren bisa menghasilkan produk senilai kurang lebih Rp2 juta hanya dari ijuknya. Kolang kalingnya juga bisa menjamin ketahanan pangan," ujar Smits.
Ia menjelaskan, akar pohon aren sangat dalam, sehingga tidak kekeringan meskipun musim paceklik.
Usai meninjau kebun aren, Menhut Raja Antoni mengunjungi PT Pertamina Geothermal Energy di Kamojang. Dalam kunjungan tersebut, dibahas potensi integrasi energi panas bumi untuk mendukung pengembangan komoditas aren secara berkelanjutan.