Mata Nyaris Copot, Pedagang Warung di Kuta Dianiaya hingga Dihantam Beton
Korban yang saat itu menjaga warungnya, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat di bagian mata kanan.
Penganiayaan brutal menimpa seorang pria yang merupakan pedagang warung kelontong berinisial SU (56) di Jalan Simpati Nomor 11, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Korban yang saat itu menjaga warungnya, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat di bagian mata kanan, setelah dihantam menggunakan bongkahan beton oleh seorang pria berinisial FA (31) asal Depok, Jawa Barat.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka yang sangat parah pada mata kanannya. Sampai saat ini korban masih dirawat di RSUP Prof Ngoerah," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (1/7).
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/6) malam sekitar pukul 19.00 WITA di warung korban, di Jalan Simpati, Kelurahan Tuban Kecamatan Kuta, Badung.
Kronologisnya, awalnya korban dan istrinya bernisial HA (56) sedang menjaga warungnya. Lalu, datang dua pembeli yaitu pelaku dengan keponakannya untuk berbelanja.
Kemudian, keponakan pelaku memegang tali pintu dan memainkannya. Kemudian, istri korban menegur keponakan pelaku agar tali pintu jangan dipegang nanti putus. Namun, pelaku tersinggung dan marah-marah lalu setelah itu pelaku pergi.
Tetapi, berapa menit kemudian pelaku datang dengan membawa bongkah beton dan memukul korban dengan bongkahan beton saat duduk di depan warung dan mengenai wajah korban hingga luka parah.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami luka parah pada mata kanan hingga berdarah, bola mata hampir keluar," imbuhnya.
Kemudian, usai melakukan penganiayaan pelaku kabur meninggalkan lokasi kejadian. Selanjutnya, istri korban melaporkan pelaku. Atas peristiwa itu, pihak kepolisian segera mencari keberadaan pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap.
Pelaku FA kini telah ditetapkan menjadi tersangka atas perbuatannya ditahan di Mapolsek Kuta.
"Pelaku mengakui telah memukul korban dengan menggunakan batu, karena tersinggung dan sedang dalam pengaruh alkohol," ujarnya.