Mantan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba Kritis, Kini Dirawat di RSUD Ternate
Selama sepekan ini AGK dipindahkan dari ruang paviliun ke ruang ICU RSUD dr Chasan Boesoerie Ternate dan kondisinya kesehatannya semakin menurun.
Kondisi kesehatan mantan Gubernur Maluku Utara (Malut) dua periode, Abdul Gani Kasuba (AGK) yang merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi di Pemprov Malut, tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Chasan Boesoerie Ternate.
Penasehat hukum AGK, Hairun Rizal mengatakan bahwa selama sepekan ini AGK dipindahkan dari ruang paviliun ke ruang ICU RSUD dr Chasan Boesoerie Ternate dan kondisinya kesehatannya semakin menurun.
"Kondisi AGK saat ini memang dalam keadaan kritis, sudah seminggu sebenarnya dipindahkan dari ruang paviliun RSUD ke ruang ICU RSUD. Kondisi AGK memang membutuhkan perawatan yang sangat intensif," ujar Hairun di ternate, Kamis (6/3).
Akibat kondisi yang lemah itu, kini AGK harus terbaring di atas tempat tidur, dan sudah tidak bisa lagi melakukan aktivitas sendiri.
"Semua aktivitas AGK hanya bisa dilakukan di atas tempat tidur. Harus ada orang yang membantu beliau dan itu hanya bisa dilakukan di atas tempat tidur," kata dia, demikian dikutip Antara.
Dia menyebut penyakit AGK beragam karena adanya komplikasi. Meski begitu, pihak keluarga belum mau melakukan tindakan operasi mengingat dampaknya berat.
"AGK komplikasi sejak awal, beliau komplikasi penyakit itu mulai dari penyakit jantung, THT. Tangannya beliau itu bengkak begitu, juga saraf. Saraf itu yang mengakibatkan beliau sakit di kepala, dan terakhir itu hasil diagnosis dokter ada gumpalan nanah di kepala," katanya.
Hanya saja, kata dia, pihak keluarga belum bisa memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi karena memang konsekuensinya berat.
"Selaku kuasa hukum, saya berharap ada kemudahan untuk penyembuhan beliau," kata Hairun.
Dijenguk Sherly Tjoanda
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjenguk mantan Gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK) yang kondisinya kritis dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasan Boesoirie, Ternate, Jumat.
"Kami telah melihat kondisinya, saat ini Pak AGK belum sadar, tetapi mungkin kesadarannya 50 persen, tetapi tidak dalam keadaan koma. Beliau sadar saat kita bicara, beliau masih bisa buka mata dan tangannya masih bisa bergerak," kata Sherly Tjoanda yang didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekdaprov Samsuddin Abdul Kadir, dan Direktur RSUD dr. Chasan Boesoerie Ternate, dr Alwia Assegaf.
Turut mendampingi Sherly adalah Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Husni Bopeng, anggota DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif dan Ghifari Bopeng.
Rombongan gubernur tiba di RSUD dr. Chasan Boesoirie, Ternate, sekitar pukul 15.25 WIT dan disambut dr. Alwia Assegaf. Mereka langsung menuju lantai IV ruang ICU tempat AGK dirawat.
Usai melihat kondisi AGK, dia kepada awak media menyampaikan bahwa mantan Gubernur Maluku Utara itu masih bisa berbicara walaupun terlihat kritis.
Sherly mengajak masyarakat Maluku Utara untuk mendoakan kesembuhan AGK yang saat ini membutuhkan penanganan serius karena penyakit komplikasi yang dideritanya.
"Pesan saya buat keluarga, buat masyarakat, mari kita semua mendoakan kesembuhan kepada Pak Ustadz Abdul Gani Kasuba, beliau ini sebagai mantan Gubernur Maluku Utara, senior kami. Beliau juga sangat dekat dengan almarhum suami saya, Pak Benny Laos. Terakhir saya bertemu dengan Pak Ustadz ini bulan September dan beliau dalam keadaan masih bisa ngobrol," kata Sherly.
Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ternate menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) dalam kasus suap dan gratifikasi di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Selain vonis penjara, hakim juga memutuskan hukuman kepada terdakwa Abdul Gani Kasuba untuk membayar uang pengganti kerugian negara sejumlah Rp109,056 miliar dan 90.000 dolar Amerika Serikat .