Larangan Domino Aceh Barat Ditegaskan, Dorong Gaya Hidup Produktif dan Islami
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menegaskan Larangan Domino Aceh Barat demi menjaga masyarakat dari potensi dampak negatif serta menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam. Keputusan ini bertujuan mendorong gaya hidup produktif.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat secara tegas memberlakukan larangan permainan domino di wilayahnya. Kebijakan ini merupakan upaya kolektif untuk melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif yang mungkin timbul akibat permainan tersebut, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.
Penegasan mengenai larangan ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, dalam momen Peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW. Acara penting tersebut berlangsung di Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, pada hari Jumat.
Said Fadheil menjelaskan bahwa keputusan ini bukan bertujuan untuk membatasi ruang kebersamaan warga, melainkan untuk mendorong terciptanya gaya hidup yang lebih produktif dan sejalan dengan ajaran Islam yang mulia.
Menjaga Kemaslahatan Umat Melalui Larangan Domino
Wakil Bupati Said Fadheil menekankan bahwa larangan permainan domino adalah keputusan yang memerlukan pemahaman bersama dari seluruh elemen masyarakat. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan serius untuk menjaga warga dari potensi kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Sebagai representasi pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen penuh untuk terus berupaya menjaga nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan masyarakat secara berkelanjutan. Langkah ini selaras dengan visi pembangunan daerah yang religius dan bermartabat.
Larangan ini dipandang sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah dalam menciptakan lingkungan sosial yang kondusif dan harmonis. Lingkungan tersebut menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan utama dalam setiap aktivitas, serta mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan spiritual dan moral warga.
Program Prioritas dan Spirit Isra Mi'raj untuk Aceh Barat Religius
Dalam kesempatan peringatan Isra Mi'raj tersebut, Said Fadheil turut mengingatkan kembali tentang berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Program-program ini dirancang untuk dipatuhi dan dilaksanakan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.
Beberapa program penting yang disoroti meliputi gerakan magrib mengaji, anjuran shalat fardhu berjamaah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta penguatan peran Baitul Mal gampong. Penguatan ini bertujuan agar Baitul Mal dapat mengelola dan menyalurkan amanah umat secara tepat dan bermanfaat.
Said Fadheil menegaskan bahwa program-program tersebut bukan sekadar kebijakan tertulis, melainkan merupakan ikhtiar kolektif untuk membangun Aceh Barat yang lebih religius, beradab, dan bermartabat. Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Isra Mi'raj mengajarkan umat Muslim tentang keteguhan hati dalam menjalankan amanah. Said Fadheil mengajak masyarakat untuk menyikapi setiap perkembangan zaman dengan bijak, berlandaskan ajaran Islam yang ramah namun tegas dalam kebaikan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memperbarui semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, meliputi peningkatan kualitas ibadah pribadi dan penguatan ukhuwah Islamiah, demi terwujudnya masyarakat yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews