'Kurang Ajar Kalian Ini, Masih Mau jadi Dirjen Kau?'
Awalnya, Bahlil memberikan laporan kepada jajaran Komisi XII terkait isi pembahasan dengan Presiden Prabowo Subianto soal sambung listrik beberapa waktu lalu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ngamuk, memaki pejabat PT PLN (Persero). Hal itu terjadi saat Kementerian ESDM sedang rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI.
Bahlil kesal, memaki pejabat PLN karena tidak menjawab dengan tegas saat ditanya mengenai data desa yang akan dialiri listrik.
Awalnya, Bahlil memberikan laporan kepada jajaran Komisi XII terkait isi pembahasan dengan Presiden Prabowo Subianto soal sambung listrik beberapa waktu lalu.
"Pimpinan mengakhiri laporan kami, kami menyampaikan bahwa kami kemarin sudah rapat sama Bapak Presiden. Kami sedang memetakan prioritas sambung listrik ke masyarakat yang belum dapat sambung listrik," kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7) kemarin.
Atas arahan Prabowo untuk swasembada energi, Bahlil klaim telah memetakan sejumlah desa yang akan dialiri listrik.
"Dan dalam hitungan kami, ada sekitar 5.600 desa yang harus kita lakukan, tapi tadi saya dapat laporan katanya PLN 10.000 desa ya," kata Bahlil.
Di sela laporannya kepada DPR, Bahlil dibisiki oleh salah satu pejabat PT PLN. "Oh 10.000? Ini tambah 10.000?" kata Bahlil kepada pejabat PLN tersebut.
Lantaran, pejabat PLN tersebut menjawab dengan tidak yakin, Bahlil ngamuk.
"Ini enggak tahu dirjen saya, enggak benar atau dirut PLN-nya enggak benar. Kalian abis ini ketemu sama saya ya, kurang ajar kalian ini," semprot Bahlil.
"Masih mau jadi dirjen kau," omel Bahlil kepada bawahannya.
Direksi Berubah-ubah
Lantas, Bahlil menduga jajaran direksi PT. PLN (Persero) diisi oleh orang-orang baru. "Ini direksi PLN kelihatannya baru juga jadi, materinya baru. Padahal dirutnya cuma satu gitu, enggak berubah-ubah," tuturnya.
Kemudian, Bahlil kembali melanjutkan pemaparannya kepada Komisi XII DPR.