Mengejutkan! Di Depan Prabowo, Bahlil Diteriaki Korban Banjir Aceh Tamiang: Bahlil Penipu Lampu Mati

Korban banjir Aceh Tamiang kesal. Lantaran apa yang ia laporkan kepada Prabowo soal listrik nyatanya tidak benar. Listrik di Aceh Tamiang masih mati.

Magang
Oleh Magang - Reporter
Mengejutkan! Di Depan Prabowo, Bahlil Diteriaki Korban Banjir Aceh Tamiang: Bahlil Penipu Lampu Mati
Mengejutkan! Di Depan Prabowo, Bahlil Diteriaki Korban Banjir Aceh Tamiang: Bahlil Penipu Lampu Mati (Merdeka.com)

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke lokasi pengungsian korban banjir di Aceh Tamiang diwarnai momen tak terduga yang terekam kamera. Di tengah hangatnya sambutan warga, tiba-tiba terdengar teriakan lantang seorang pengungsi yang meluapkan emosinya terhadap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Peristiwa mengejutkan ini terjadi saat Presiden Prabowo sedang menyapa para korban bencana untuk mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Video momen tersebut diunggah oleh kanal YouTube MerdekaDotCom dan menjadi sorotan publik.

"Bahlil Penipu, Lampu Mati!"

Dalam rekaman video, terdengar jelas suara seorang warga berteriak di tengah kerumunan. "Bahlil penipu! Lampu mati!" seru warga tersebut dengan nada tinggi, tepat di hadapan Presiden Prabowo.

Teriakan itu sontak memecah suasana. Kemarahan warga diduga dipicu oleh ketidaksesuaian informasi yang beredar. Sebelumnya, terdapat laporan dari pihak Kementerian ESDM yang menyebutkan bahwa pasokan listrik di wilayah terdampak banjir sudah pulih hampir 100 persen.

Namun, fakta yang dirasakan pengungsi di lapangan berbanding terbalik. Mereka mengaku masih hidup dalam kegelapan karena aliran listrik belum sepenuhnya normal, sehingga laporan Menteri Bahlil dianggap tidak sesuai dengan kenyataan atau "palsu" oleh warga.

Respons Tenang Presiden Prabowo

Bahlil Siap Beri Denda Rp 6,5 Miliar untuk Tambang di Kawasan Hutan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH) © 2025 Liputan6.com

Meski mendapat teriakan protes yang keras di depannya, Presiden Prabowo menunjukkan sikap tenang. Ia tidak marah, melainkan mendengarkan aspirasi tersebut dengan seksama.

Dalam sambutannya, Prabowo dengan berjiwa besar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Aceh Tamiang jika penanganan bencana, khususnya terkait masalah kelistrikan, dirasa belum maksimal oleh pemerintah pusat.

Prabowo Minta Maaf

"Saya minta maaf kalau masih ada yang belum (tertangani dengan baik)," ujar Prabowo dalam video tersebut, mencoba menenangkan warga.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan seluruh kebutuhan korban banjir, termasuk listrik dan logistik, segera terpenuhi. Momen ini menjadi bukti bahwa di balik laporan teknis para menteri, pengecekan langsung ke lapangan oleh Presiden sangat krusial untuk mengetahui kondisi riil rakyat.

Reporter Magang: Muhammad Naufal Syafrie

Rekomendasi