Komisi II DPR: APBN Tak Cukup untuk Fungsionalisasi IKN
"Setidaknya kita tahu anggaran APBN saja nampaknya tidak akan mencukupi untuk kita memastikan fungsionalisasi Ibu Kota Nusantara itu bisa berjalan dengan."
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, APBN tidak akan cukup untuk membiayai fungsionalitas Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.
Hal ini disampaikan Rifqinizamy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/4).
"Setidaknya kita tahu bahwa anggaran APBN saja nampaknya tidak akan mencukupi untuk kita memastikan fungsionalisasi Ibu Kota Nusantara itu bisa berjalan dengan baik, dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga yang akan bermutasi atau berpindah ke tempat itu," kata Rifqinizamy.
Rifqi, sapaan akrab Rifqinizamy Karsayuda, kemudian menyoroti kapasitas perkantoran di IKN Nusantara. Saat ini, hanya mampu menampung sembilan ribu orang.
Sementara, untuk hunian yang ditargetkan rampung hingga 2028 dipastikan menampung sekitar 13 ribu orang. Hal ini dengan melihat kemampuan anggaran Rp48,8 triliun untuk IKN Nusantara hingga 2028.
"Ini tentu menjadi PR kita bersama dengan anggaran yang sudah kita gelontorkan cukup besar termasuk persiapan anggaran sebesar Rp48,8 triliun sampai 2028," sebutnya.
Progres Pembangunan IKN
Dalam rapat ini, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bimo Adi Nursanthyasto menjelaskan progres pembangunan di kawasan istana, Kemenko, dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta ekosistemnya.
Seluruhnya, ditargetkan selesai pada bulan Juni 2025. Untuk kawasan Istana meliputi Istana Negara, Istana Garuda, Bangunan Sekretariat Presiden, secara keseluruhan disebutnya bangunan sudah fungsional dan dilengkapi bangunan pendukungnya.
Kompleks Kemenko I yang meliputi empat tower fungsional memiliki kapasitas 1.286 orang. Untuk tower satu berkapasitas 478 orang, Tower dua sejumlah 147 orang, Tower tiga sebanyak 246 orang dan Tower empat berkapasitas 397 orang.
"Dilengkapi dengan 10 tenant aktif (dua minimarket, empat tempat makan, satu klinik, dan satu perbankan)," sebutnya.
Sementara itu, kompleks Kemenko III terdiri dari empat tower fungsional dengan kapasitas 1.375 orang. Tower 1 sejumlah 536 orang, Tower 2 berkapasitas 203 orang, Tower 3 sebanyak 216 orang, dan Tower 4 berkapasitas 420 orang.
"Dilengkapi dengan empat tenant aktif (satu minimarket dan tiga tempat makan)," sebutnya.
Lalu, Kemenko IV terdapat 4 tower fungsional dengan kapasitas 1.232 orang. Rinciannya, Tower satu sebanyak 386 orang Tower dua sejumlah 190 orang, Tower tiga berkapasitas 386 orang, dan Tower empat sebanyak 270 orang.
Selanjutnya, Kemensetneg terdiri tiga tower fungsional dengan kapasitas 5.572 orang. Tower satu berkapasitas 2.328 orang, Tower dua sejumlah 1.954 orang, dan Tower 3 berkapasitas 1.290 orang.