Kerennya Guru SMA Negeri 2 Wates, Kembangkan HörBox Berbasis AI Bikin Murid Mudah Kuasai Bahasa Jerman
HörBox merupakan media audio interaktif yang memungkinkan siswa melatih kemampuan menyimak dengan lebih adaptif.
Keterampilan menyimak (Hörverstehen) kerap menjadi tantangan terbesar bagi siswa dalam mempelajari bahasa Jerman. Kecepatan penutur asli, kosakata baru, hingga minimnya media otentik membuat banyak siswa kesulitan memahami pesan lisan secara utuh.
Untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran Bahasa Jerman ini, guru Bahasa Jerman SMA Negeri 2 Wates, Fika Ristanti mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama HörBox.
Fika menerangkan HörBox merupakan media audio interaktif yang memungkinkan siswa melatih kemampuan menyimak dengan lebih adaptif. Hal ini karena HörBox dilengkapi fitur pengaturan kecepatan suara, transkrip, kuis, hingga speak-back untuk melatih pelafalan.
"Dengan memakai HörBox ini siswa dapat berlatih mandiri kapan pun melalui gawai mereka, tanpa harus menunggu sesi mendengarkan di kelas. Media ini juga menggunakan teknologi text-to-speech beraksen asli Jerman sehingga pengalaman mendengar terasa lebih autentik," kata Fika, Kamis (23/10).
Metode Pembelajaran
Fika menjelaskan proses pembelajaran dengan HörBox dibangun melalui lima tahapan belajar modern. Kelima tahap ini adalah Experiencing, Exploring, Reasoning, Creating, dan Reflecting.
Melalui tahapan ini, kata Fika, siswa didorong tidak hanya sekadar mendengar lalu menjawab soal saja. Namun siswa diajak benar-benar membangun pemahaman, menalar makna, dan menghasilkan karya bahasa mereka sendiri.
Bikin Antusias Belajar
Fika menjabarkan dengan memakai HörBox suasana kelas menjadi lebih antusias, aktif, dan sarat interaksi. HörBox disebut Fika juga terbukti meningkatkan aspek non-akademik, seperti kepercayaan diri, kemandirian belajar, serta kepekaan terhadap budaya penutur asli Jerman.
"Inovasi HörBox ini sejalan dengan semangat Profil Pelajar Pancasila yang menekankan karakter kritis, kreatif, mandiri, serta berakhlak mulia. Ke depan, HörBox akan terus dikembangkan agar memiliki tema yang lebih beragam dan berfungsi sebagai sarana latihan berbicara untuk komunikasi nyata," papar Fika.
Bikin Siswa Mudah Belajar
Salah satu siswa kelas XII SMA Negeri 2 Wates Zahira mengaku sangat terbantu dengan hadirnya HörBox dalam pembelajaran Hörverstehen. Zahira menuturkan penggunaan HörBox ini membantu dalam memahami Bahasa Jerman karena penutur aslinya biasanya berbicara dengan cepat dan sulit dipahami.
"Dulu kalau mendengar penutur asli rasanya cepat sekali dan sulit diikuti. Sekarang saya lebih percaya diri karena bisa mengulang audio sesuai kemampuan saya,” ungkap Zahira.
Bikin Suasana Belajar Senang
Sementara itu Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Wates Gunadi menyebut pemakaian HörBox berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kolaboratif.
“HörBox membuat pembelajaran lebih hidup dan menumbuhkan keberanian siswa untuk mencoba, berbicara, dan bereksplorasi. Media ini juga mendorong kelas yang lebih interaktif karena siswa terlibat langsung dengan materi,” tutur Gunadi.
Pengawas SMAN 2 Wates Yustina Sri Rahayu menilai inovasi HörBox menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan siswa, bukan sekadar mengikuti tren digital.
“Inovasi HörBox ini sejalan dengan transformasi pembelajaran berbasis teknologi yang saat ini kita dorong di sekolah. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai perancang pengalaman belajar,” tutup Yustina.