Kepala BNPB Minta Warga Bener Meriah Tetap Tenang di Tengah Aktivitas Gunung Bur Ni Telong
Kepala BNPB Suharyanto meminta masyarakat di Bener Meriah tetap tenang menyikapi aktivitas Gunung Bur Ni Telong, sembari memastikan lokasi pengungsian aman dan frekuensi gempa menurun.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengunjungi Bener Meriah pada Rabu (31/12) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat. Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Bur Ni Telong yang sempat memicu kepanikan warga. Suharyanto berdialog dengan para pengungsi di Posko Pengungsian Unsyiah, Kampung Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, memberikan dukungan dan informasi terkini.
Dalam kunjungannya, Suharyanto menegaskan bahwa frekuensi gempa di wilayah tersebut mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Penurunan aktivitas seismik ini diharapkan dapat membawa ketenangan bagi warga yang sebelumnya merasakan guncangan berulang. Pihak BNPB terus memantau perkembangan situasi secara ketat bersama lembaga terkait.
Masyarakat di Bener Meriah, khususnya yang berada di kawasan Gunung Bur Ni Telong, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Kepala BNPB memastikan bahwa lokasi pengungsian yang telah disediakan berada dalam zona aman, menjauhkan warga dari potensi bahaya erupsi gunung api.
Kondisi Terkini Gunung Bur Ni Telong dan Jaminan Keamanan
Suharyanto menyampaikan kabar baik mengenai kondisi Gunung Bur Ni Telong, di mana frekuensi gempa telah menurun drastis sejak pagi hingga siang hari. “Alhamdulillah, sejak pagi hingga siang hari ini frekuensi gempa mulai menurun dan mereda,” kata Suharyanto saat meninjau posko pengungsian. Penurunan ini menjadi indikasi positif bahwa situasi mulai membaik.
Pihak BNPB juga memastikan bahwa lokasi pengungsian di Unsyiah, Kampung Lampahan, sangat aman bagi warga. Bahkan jika status Gunung Bur Ni Telong meningkat ke Level IV (Awas), lokasi pengungsian ini tetap berada di radius aman, yaitu delapan kilometer dari puncak gunung. Jaminan keamanan ini diberikan untuk menenangkan warga Bener Meriah yang khawatir.
“Warga tidak perlu cemas maupun berpindah kembali,” tegas Suharyanto, mengacu pada keamanan lokasi pengungsian. Ia berharap kondisi alam segera membaik sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala. Doa juga dipanjatkan agar status Gunung Bur Ni Telong dapat segera diturunkan ke Level II (Waspada).
Berdasarkan pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 16 kali kejadian gempa mengguncang wilayah Bener Meriah sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Meskipun sempat berintensitas tinggi, perkembangan terbaru menunjukkan tren penurunan yang signifikan, memberikan harapan bagi warga Bener Meriah.
Imbauan Kondusivitas Informasi dan Pencegahan Hoaks
Kepala BNPB Suharyanto turut mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas informasi di tengah situasi ini. Pentingnya penyampaian informasi yang benar dan akurat ditekankan, mengingat beban psikologis yang dialami masyarakat Bener Meriah. Sebelumnya, wilayah ini juga terdampak banjir bandang dan tanah longsor, menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi warga.
Suharyanto secara khusus meminta agar informasi yang disebarkan tidak memicu kepanikan dan hoaks. “Saya mohon agar informasi yang disampaikan akurat dan menyejukkan. Jangan menyebarkan hoaks yang dapat memicu kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ketenangan warga,” ujarnya. Informasi yang tidak bertanggung jawab dapat memperburuk keadaan dan menimbulkan keresahan.
Kerja sama dari berbagai elemen masyarakat dan media sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa hanya informasi resmi dan terverifikasi yang tersebar luas. Upaya ini krusial untuk menjaga stabilitas psikologis warga Bener Meriah dan membantu proses pemulihan pasca bencana. BNPB akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan data yang valid.
Sumber: AntaraNews