Kemenhaj Batam Pastikan Kesiapan JCH Batam untuk Musim Haji 2026
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam memastikan kesiapan 695 Jemaah Calon Haji (JCH) Batam melalui pembekalan manasik komprehensif, demi kelancaran ibadah haji 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Kepulauan Riau, menegaskan kesiapan penuh sebanyak 695 Jemaah Calon Haji (JCH) Batam untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kesiapan ini mencakup aspek mental, fisik, serta pemahaman ilmu manasik haji yang mendalam. Pemberangkatan JCH Indonesia sendiri dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 22 April 2026 mendatang.
Kepala Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, menyatakan bahwa pematangan persiapan dilakukan melalui bimbingan manasik haji yang dilaksanakan secara terstruktur dan menyeluruh. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan setiap jamaah memiliki bekal yang cukup. Pembekalan awal ini sangat penting agar ibadah haji dapat terlaksana sesuai syariat.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan agar seluruh 695 JCH memiliki kesiapan secara syar’i, fisik, dan mental, serta memahami teknis pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Syahbudi dalam keterangan resmi yang diterima di Batam.
Pemantapan Manasik Haji untuk JCH Batam
Sebelum manasik tingkat kota diselenggarakan, serangkaian bimbingan manasik tingkat kecamatan telah dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan. Ini menunjukkan komitmen Kemenhaj Kota Batam dalam mempersiapkan jamaah sejak dini. Pembekalan awal ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan JCH Batam.
Pelaksanaan manasik di tingkat kecamatan tersebar di beberapa lokasi strategis. Jamaah dari Kecamatan Sekupang dan Belakangpadang berpusat di Masjid Al Ikhlas Kompleks Shangrila. Sementara itu, jamaah dari Bengkong, Lubuk Baja, dan Batu Ampar mengikuti manasik di Masjid Kelana Jaya Bengkong.
Untuk wilayah Batam Kota dan Nongsa, kegiatan manasik dilaksanakan di Masjid An-Namirah Asrama Haji Batam. Adapun jamaah dari Batu Aji, Sei Beduk, Sagulung, Bulang, dan Galang mengikuti pembekalan di Masjid Darul Gufran. Distribusi lokasi ini mempermudah akses bagi seluruh JCH Batam.
Materi yang disampaikan dalam manasik tingkat kota sangat komprehensif, meliputi kebijakan penyelenggaraan haji dan tata cara pelaksanaan ibadah. Pembahasan juga mencakup Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), hak dan kewajiban jamaah, serta pembinaan kesehatan. Praktik simulasi manasik juga menjadi bagian integral dari sesi ini, memastikan JCH Batam mendapatkan pemahaman praktis.
Strategi Tri Sukses Haji dan Pesan Penting
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, menjelaskan bahwa JCH asal Kepulauan Riau terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter). Kloter tersebut adalah Kloter 1, Kloter 2, dan Kloter 25. Pembagian kloter ini merupakan bagian dari manajemen pemberangkatan yang terencana untuk JCH Batam dan sekitarnya.
Muhammad Syafi’i juga memaparkan konsep Tri Sukses Haji yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan ibadah ini. Konsep tersebut mencakup sukses penyelenggaraan, sukses ibadah, dan sukses ekonomi umat. Ketiga pilar ini diharapkan dapat mewujudkan ibadah haji yang berkualitas dan berdampak positif bagi jamaah.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Heriman, turut menyampaikan pesan penting kepada seluruh calon jamaah. Ia menekankan agar JCH senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental selama persiapan maupun saat berada di Tanah Suci. Kesehatan adalah kunci utama kelancaran ibadah haji.
Heriman juga berpesan, “Ayo jaga kekompakan dan kebersamaan antarjamaah asal kota ini, dan agar saat di Tanah Suci, tetaplah mendoakan Kota Batam agar tetap aman dan kondusif,” katanya. Melalui manasik tingkat kota ini, Syahbudi berharap seluruh JCH Batam semakin siap menunaikan ibadah Haji secara tertib dan khusyuk.
Sumber: AntaraNews