3.346 Jamaah Ikuti Bimbingan Manasik Haji Bekasi, Bekal Utama Menuju Tanah Suci

Sebanyak 3.346 calon jamaah haji dari Kabupaten Bekasi ikuti bimbingan Manasik Haji Bekasi, persiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
3.346 Jamaah Ikuti Bimbingan Manasik Haji Bekasi, Bekal Utama Menuju Tanah Suci
Sebanyak 3.346 calon jamaah haji dari Kabupaten Bekasi ikuti bimbingan Manasik Haji Bekasi, persiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. (AntaraNews)

Sebanyak 3.346 calon jamaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengikuti kegiatan bimbingan manasik haji pada Minggu, 5 April. Acara ini menjadi tahapan pra-ibadah haji yang krusial untuk meningkatkan pemahaman mereka. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan seluruh jamaah sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menekankan pentingnya bimbingan manasik haji sebagai bekal utama. Pemahaman yang utuh mengenai tata cara ibadah serta kesiapan mental dan spiritual sangat diperlukan. Manasik haji ini diharapkan dapat membekali jamaah dengan pengetahuan komprehensif.

Pelaksanaan bimbingan manasik haji ini memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada jamaah. Mulai dari tata cara pelaksanaan ibadah, rukun dan wajib haji, hingga kesiapan fisik selama menjalankan ibadah. Pemberangkatan jamaah calon haji Kabupaten Bekasi dijadwalkan mulai 23 April hingga pertengahan Mei 2026.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa manasik haji sangat esensial sebagai bekal utama bagi seluruh jamaah. "Manasik haji ini sangat penting agar para jamaah memiliki pemahaman yang utuh baik terkait tata cara ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual," ujarnya di Cikarang. Kegiatan ini memastikan jamaah siap menghadapi seluruh tahapan ibadah di Tanah Suci.

Menurut Asep, bimbingan manasik haji berperan strategis dalam memberikan pemahaman menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi tata cara pelaksanaan ibadah haji, rukun, dan wajib haji. Selain itu, manasik juga mempersiapkan kesiapan mental, fisik, dan spiritual para jamaah selama menjalankan ibadah.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, dan tertib. Asep juga mengimbau jamaah untuk menjaga nama baik Kabupaten Bekasi selama di Tanah Suci. Sikap disiplin, tertib, serta tolong-menolong antar sesama jamaah sangat ditekankan.

Asep Surya Atmaja mengajak seluruh calon jamaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini. Aspek kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan ibadah haji yang memerlukan stamina prima. "Mulai sekarang jaga kesehatan. Yang memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, kolesterol atau darah tinggi segera berobat dan rutin memeriksakan diri. Manfaatkan fasilitas kesehatan dan BPJS yang ada," katanya.

Selain itu, jamaah diingatkan pentingnya menjaga pola makan, istirahat cukup, serta membawa persediaan obat-obatan pribadi. Langkah antisipasi ini krusial selama berada di Tanah Suci. Asep juga mengimbau jamaah tetap tenang di tengah beragam informasi global terkait kondisi geopolitik, dengan selalu mengikuti arahan resmi pemerintah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menambahkan bahwa pelaksanaan bimbingan manasik haji terintegrasi memiliki dasar hukum kuat. Regulasi yang menjadi acuan adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 dan 3 Tahun 2025 juga menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan ini.

"Manasik haji ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jamaah haji," ujar Mulyono. Harapannya, jamaah memiliki pemahaman baik dalam melaksanakan ibadah sesuai tuntunan agama. Tujuan akhirnya adalah meraih haji yang mabrur.

Kegiatan bimbingan manasik haji di Kabupaten Bekasi dilakukan dalam dua tahapan utama. Tahap pertama dilaksanakan di tingkat kecamatan sebanyak empat kali di 13 lokasi yang telah ditentukan. Tahap ini memberikan pembekalan awal kepada para calon jamaah.

Tahap kedua adalah manasik haji terintegrasi tingkat kabupaten yang dilaksanakan satu kali, seperti yang baru saja diikuti oleh ribuan jamaah. Kedua tahapan ini dirancang untuk memastikan setiap jamaah mendapatkan pembekalan yang komprehensif. Proses ini mencakup aspek teori dan praktik ibadah haji.

Manasik haji merupakan tahapan pra-ibadah haji yang wajib diikuti sebelum jamaah menuju Tanah Suci. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, jamaah calon haji asal Kabupaten Bekasi akan mulai diberangkatkan pada 23 April hingga pertengahan Mei 2026. Pemberangkatan ini mengacu pada kelompok terbang (kloter) yang telah ditentukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi