Kekompakan Pengurus Jadi Kunci Peningkatan Kinerja PMI Banyumas di Bawah Sadewo
Bupati Sadewo Tri Lastiono menyoroti kekompakan pengurus sebagai faktor utama penguat kinerja PMI Banyumas selama masa kepemimpinannya, mendorong kesuksesan organisasi kemanusiaan ini.
Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas telah dibuka di Purwokerto pada Sabtu, 7 Februari 2026, menandai berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021-2026. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yang juga menjabat Ketua PMI Banyumas, hadir untuk membuka acara penting ini. Ia menyampaikan refleksi atas capaian organisasi di bawah kepemimpinannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan bahwa kekompakan pengurus menjadi fondasi utama yang memperkuat kinerja PMI Kabupaten Banyumas. Pola kepemimpinan kolektif dan kolegial yang menekankan musyawarah serta pembagian tugas yang jelas telah diterapkan secara konsisten. Hal ini memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal.
Meskipun memiliki kesibukan sebagai bupati, Sadewo memastikan bahwa keputusan-keputusan strategis selalu diambil melalui rapat dan diskusi bersama jajaran pengurus. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga soliditas dan efisiensi operasional PMI Banyumas, bahkan saat ia tidak selalu hadir di setiap kegiatan.
Pola Kepemimpinan Kolektif Perkuat Soliditas PMI Banyumas
Sadewo Tri Lastiono menjelaskan bahwa sejak awal memimpin PMI Banyumas, ia berupaya menerapkan pola kepemimpinan yang betul-betul kolektif kolegial. Ia menekankan pentingnya musyawarah dan pembagian tugas yang terstruktur di antara para pengurus. Pendekatan ini memungkinkan setiap anggota berkontribusi sesuai bidangnya.
“Saya berusaha menerapkan kepemimpinan yang betul-betul kolektif kolegial. Karena kesibukan saya, keputusan-keputusan diambil melalui rapat dan diskusi bersama pengurus,” ujar Sadewo. Ia menambahkan bahwa peran aktif wakil ketua dan pengurus sesuai bidang masing-masing memastikan roda organisasi tetap berjalan baik.
Soliditas organisasi PMI Banyumas semakin kuat karena adanya pembagian tanggung jawab yang jelas. “Walaupun ada atau tidak ada saya, organisasi tetap berjalan, karena ada Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II yang masing-masing punya bidang,” jelas Sadewo. Pola ini disebutnya telah menghasilkan kekompakan yang luar biasa dan prestasi yang signifikan.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, juga mengamini hal tersebut. Ia menilai PMI Kabupaten Banyumas memiliki kekompakan pengurus yang kuat. Menurutnya, amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dapat berjalan optimal dengan manajemen dan kepengurusan yang solid.
Capaian Strategis dan Pengakuan Nasional PMI Banyumas
Kekompakan pengurus PMI Banyumas berdampak langsung pada berbagai capaian strategis yang membanggakan. Salah satu prestasi menonjol adalah keberhasilan PMI Banyumas menjadi salah satu dari tiga PMI di Indonesia yang pertama kali mampu mengekspor plasma darah ke Korea Selatan. Program ini hingga kini masih terus berjalan.
Ekspor plasma darah tersebut menjadi bukti nyata kemampuan manajemen dan profesionalisme PMI Banyumas dalam skala internasional. Selain itu, PMI Banyumas juga kerap menjadi rujukan dan lokasi studi banding bagi PMI dari berbagai daerah, termasuk dari luar Pulau Jawa. Mereka dinilai berhasil mengelola organisasi secara efektif dan efisien.
Dalam rangkaian Muskab, Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyumas Dibyo Yuwono juga menyampaikan capaian Bulan Dana PMI. Selama tiga bulan pelaksanaan, PMI Banyumas berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,510 miliar. Pencapaian ini merupakan cerminan tingginya kepercayaan masyarakat.
Bergas Catursasi Penanggungan mengapresiasi capaian Bulan Dana PMI Banyumas yang mencapai Rp2,510 miliar. “Kepercayaan masyarakat itu akan kembali lagi ke PMI dalam bentuk dukungan penggalangan dana. Ini tidak lepas dari figur kepemimpinan dan soliditas pengurus,” kata Bergas yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
Harapan Keberlanjutan dan Inspirasi Kemanusiaan
Seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan, Bupati Sadewo Tri Lastiono mengharapkan kepemimpinan selanjutnya dapat terus menjaga kekompakan, kebersamaan, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Hal ini krusial agar pelayanan kemanusiaan PMI dapat terus berkelanjutan dan semakin luas jangkauannya.
Dalam Muskab, panitia juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi dan berkontribusi dalam penggalangan dana PMI. “Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja sama dalam mengumpulkan dana PMI selama tiga bulan,” jelas Dibyo Yuwono. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan apresiasi.
PMI Banyumas juga meluncurkan buku berjudul “Aku Bangga Jadi Relawan” yang memuat kisah aksi-aksi pelayanan kemanusiaan para relawan di Banyumas. Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan empati.
Dibyo Yuwono menegaskan bahwa menjadi relawan merupakan panggilan nurani dan kebanggaan yang mulia. Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta bekerja sama dalam pelaksanaan program-program PMI Kabupaten Banyumas, menunjukkan semangat gotong royong yang kuat.
Sumber: AntaraNews