Kamis Beradat: Disdikbud Lampung Ungkap Dampak Positif Kebijakan untuk Bahasa Daerah
Kebijakan 'Kamis Beradat' di Lampung, yang mewajibkan penggunaan bahasa dan batik daerah setiap Kamis, menunjukkan dampak positif signifikan dalam melestarikan bahasa daerah di kalangan siswa dan pegawai. Simak lebih lanjut bagaimana inisiatif ini memperk
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menyatakan bahwa kebijakan "Kamis Beradat" yang digagas oleh Gubernur Lampung telah membawa dampak positif yang signifikan. Inisiatif ini secara khusus terlihat dalam upaya pengenalan dan pelestarian bahasa daerah di kalangan siswa sekolah. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa kebiasaan berbahasa Lampung di lingkungan sekolah telah meningkatkan kompetensi siswa. Hal ini tidak hanya terbatas pada pengenalan, tetapi juga penggunaan aktif bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari. Program ini telah dijalankan sejak tahun lalu di lingkungan Disdikbud setempat.
Kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk membiasakan masyarakat menggunakan bahasa Lampung. Fokus utamanya adalah di lingkungan kantor pemerintahan dan satuan pendidikan, menciptakan ekosistem yang mendukung pelestarian budaya. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 4 Tahun 2025 sebagai landasan hukumnya.
Mengenal Lebih Dekat Kebijakan Kamis Beradat
Kebijakan "Kamis Beradat" mewajibkan seluruh pegawai pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk berinteraksi menggunakan bahasa Lampung setiap hari Kamis. Selain itu, mereka juga diwajibkan mengenakan batik bermotif khas Lampung pada hari yang sama. Instruksi Gubernur ini secara resmi tertuang dalam Ingub Nomor 4 Tahun 2025.
Disdikbud Lampung telah mengimplementasikan kebijakan ini sejak tahun lalu, memastikan bahwa siswa dan staf terbiasa dengan praktik tersebut. Thomas Amirico menjelaskan, "Jadi dari tahun lalu setiap hari Kamis, dalam kegiatan seremonial maupun keseharian, siswa diwajibkan menggunakan bahasa Lampung. Harapannya anak-anak dapat mengenal budaya daerah, khususnya bahasa Lampung."
Kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret Pemerintah Provinsi Lampung dalam melestarikan kebudayaan lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya Lampung. Penggunaan bahasa dan batik daerah menjadi simbol identitas yang kuat.
Dampak Positif bagi Pelestarian Bahasa Daerah
Kebijakan "Kamis Beradat" telah menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kompetensi siswa dalam mengenal dan menggunakan bahasa daerah. Interaksi rutin menggunakan bahasa Lampung di lingkungan sekolah membantu siswa menguasai kosa kata dan tata bahasa secara alami. Ini menciptakan lingkungan belajar yang imersif.
Thomas Amirico menegaskan, "Kebiasaan berbahasa Lampung di lingkungan sekolah berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi siswa dalam mengenal dan menggunakan bahasa daerah." Pernyataan ini menggarisbawahi efektivitas program dalam mencapai tujuannya. Siswa menjadi lebih akrab dengan bahasa ibu mereka.
Selain di sekolah, kebijakan ini juga mendorong penggunaan bahasa Lampung di lingkungan kantor pemerintahan. Hal ini menciptakan ekosistem yang lebih luas untuk pelestarian bahasa. Upaya kolektif ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan bahasa Lampung dari generasi ke generasi.
Kamis Beradat sebagai Penguat Identitas Budaya Lokal
Kebijakan "Kamis Beradat" tidak hanya berfokus pada bahasa, tetapi juga pada penguatan identitas budaya secara keseluruhan. Penggunaan batik khas Lampung setiap hari Kamis menjadi simbol visual dari kekayaan budaya daerah. Ini menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Inisiatif ini dinyatakan sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Tiga Cita Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. Tujuannya adalah memperkuat identitas adat sebagai bagian dari khasanah budaya nusantara. Kebijakan ini menjadi jembatan antara pendidikan dan pelestarian budaya.
Dengan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam rutinitas harian di pemerintahan dan pendidikan, "Kamis Beradat" berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Ini dilakukan melalui pengenalan dan penggunaan bahasa serta batik Lampung. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang lebih sadar dan bangga akan budayanya.
Sumber: AntaraNews