Setelah 10 Tahun, Uji Kompetensi Guru Lampung Kembali Digelar: Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Gubernur Lampung tegaskan Uji Kompetensi Guru Lampung (UKG) kembali digelar setelah satu dekade, menjadi komitmen daerah tingkatkan mutu pendidikan dan SDM demi Indonesia Emas 2045.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Setelah 10 Tahun, Uji Kompetensi Guru Lampung Kembali Digelar: Komitmen Pemda Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pelaksanaan UKG Lampung adalah komitmen Pemprov untuk mendongkrak kualitas guru demi SDM unggul dan Indonesia Emas 2045. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Lampung kembali menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun terakhir dilaksanakan pada 2015 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.

UKG ditujukan bagi para guru sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), serta sekolah luar biasa (SLB) di seluruh wilayah Lampung. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pelaksanaan UKG adalah upaya strategis dalam menghadapi dinamika pendidikan yang semakin kompleks. Ini juga untuk memastikan guru-guru memiliki kompetensi mumpuni dalam mendidik generasi muda.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi Guru bukan sekadar alat evaluasi kinerja semata. Namun, kegiatan ini merupakan sebuah kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini dan masa depan.

Menurutnya, kualitas guru memegang peranan sangat penting dan menjadi kunci utama dalam menciptakan lulusan SMA yang unggul serta kompetitif. "Kami ingin memastikan guru-guru kita memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mendidik dan membina generasi muda di Lampung," ucap Rahmat Mirzani Djausal.

Pihaknya menambahkan, jika ingin meningkatkan kualitas siswa, maka upaya harus dimulai dari para guru. "Guru adalah alat ungkit utama dalam mencetak SDM unggul," tegasnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan pemetaan awal melalui UKG ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi riil kompetensi guru di Provinsi Lampung secara menyeluruh.

Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru kali ini menjadi sorotan karena merupakan yang pertama setelah sepuluh tahun, sejak terakhir kali digelar pada tahun 2015. Data terbaru dari hasil UKG sangat diperlukan.

Data tersebut krusial guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. "Dari sini kita bisa melihat permasalahan yang ada dan menentukan intervensi atau treatment yang tepat untuk peningkatan kualitas guru," jelas Gubernur.

Pelaksanaan UKG hari ini merupakan tahap pertama yang diikuti oleh para guru dari 35 sekolah unggulan di Provinsi Lampung. Selain itu, seluruh guru SMA, SMK, dan SLB negeri di Kota Bandarlampung juga turut serta dalam uji kompetensi ini.

Uji kompetensi dilakukan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Metode ini diharapkan dapat memberikan hasil yang objektif dan akurat mengenai tingkat kompetensi para pengajar.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen penuh untuk terus mendongkrak kualitas guru di wilayahnya. Peningkatan kualitas ini merupakan bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal meyakini bahwa jika kualitas guru meningkat, maka secara otomatis kualitas peserta didik juga akan ikut terangkat. Hal ini akan berdampak positif pada daya saing lulusan pendidikan di Lampung.

Dengan langkah ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dianggap sebagai fondasi utama pembangunan daerah serta pencetak sumber daya manusia unggul.

Melalui UKG ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih baik. Ini akan mendukung terciptanya generasi penerus bangsa yang siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi