Jumlah Korban Tewas di Bantargebang Bertambah
Jumlah korban yang meninggal akibat longsoran sampah di Bantargebang kini meningkat menjadi enam orang.
Jumlah korban tewas akibat longsoran gunungan sampah di Zona 4 TPST Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, kini meningkat menjadi enam orang. Tim SAR gabungan saat ini masih berupaya mencari satu korban lainnya yang dilaporkan hilang. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa pencarian terus dilakukan dengan membuka akses timbunan sampah menggunakan alat berat. Selain itu, petugas juga memanfaatkan anjing pelacak K9 dan drone thermal untuk membantu pencarian dari udara.
“Personel SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat seperti beko dan pengerahan K9 untuk mencari tanda-tanda korban. Pencarian juga dilakukan dengan drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh,” ujar Desiana dalam keterangan tertulis pada (9/3/2026).
Pada hari Senin, 9 Maret, sekitar pukul 12.05 WIB, tim SAR berhasil menemukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia dan segera mengevakuasinya ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sekitar pukul 16.00 WIB, tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan identitas korban tersebut sebagai Jussova Situmorang, seorang perempuan berusia 38 tahun.
Selanjutnya, pada pukul 17.50 WIB, tim SAR kembali menemukan satu korban bernama Hardianto dalam kondisi meninggal dunia di pinggir kali yang tertutup timbunan sampah. Jenazah korban juga dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi lebih lanjut. Proses pencarian dan evakuasi ini menunjukkan betapa seriusnya upaya tim SAR dalam menangani bencana ini, serta harapan untuk menemukan korban lainnya dengan selamat.
Korban yang Selamat
Pada kesempatan sebelumnya, pihak kepolisian juga menerima informasi bahwa dua orang korban yang sempat dilaporkan tertimbun dalam peristiwa longsor tersebut ternyata ditemukan dalam keadaan selamat.
"Korban atas nama Ato dan Dofir dalam keadaan selamat sudah kembali ke kediamannya masing-masing," ucapnya. Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB itu, total terdapat 13 orang yang tercatat sebagai korban. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan selamat, yaitu Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.
Sementara itu, enam korban lainnya dinyatakan meninggal dunia, di antaranya adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno yang merupakan sopir truk asal Karawang, Irwan Supriatin yang juga sopir truk, Jussova Situmorang, dan Hardianto.
"Satu korban lain bernama Riki masih dalam pencarian," ungkapnya. Proses pencarian korban melibatkan 336 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, kepolisian, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, serta relawan yang turut berkontribusi dalam upaya pencarian ini.