Jenderal Tandyo Budi Revita Resmi Jabat Wakil Panglima TNI
Saat pelantikan, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada Jenderal Tandyo. Dia lalu menyalami Jenderal Tandyo Budi.
Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi dikukuhkan sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8).
Saat pelantikan, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada Jenderal Tandyo. Dia lalu menyalami Jenderal Tandyo Budi.
Jenderal TNI Tandyo Budi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), juga resmi naik pangkat menjadi jenderal bintang empat.
Dengan dikukuhkannya posisi Wakil Panglima TNI yang telah kosong selama 25 tahun, sejak tahun 2000. Selain, melakukan pelantikan, Presiden Prabowo juga memberikan anugerah kebaikan pangkat bintang 4, antara lain kepada Jenderal TNI Purnawirawan M Yunus Sopiyan, Jenderal TNI Purnawirawan Sjafrie Sjamsoeddin, Jenderal TNI Purnawirawan Muhammad Herindra, Jenderal TNI Purnawirawan Agus Sutomo, serta Jenderal TNI KKO AL Purnawirawan Ali Sadikin.
Selain itu, dilakukan juga penganugerahan kenaikan bintang 3 kepada Jenderal TNI Purnawirawan Musa Bangun, Jenderal TNI Purnawirawan Clenny Kairupan, Jenderal TNI Purnawirawan Tony SB Hoesodo.
Di samping pelantikan dan penganugerahan kenaikan pangkat di atas, dalam rangkaian upacara ini juga akan dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan Pangkopassus, Pangkormar, Pangkorpasgat.
Selain itu, dalam kesempatan ini dilaksanakan juga pengukuhan 6 Kodam baru, Kodaeral, Pangkodau, Pangkoopsau, Grup Kopassus, Brigade Teritorial Pembangunan, Batalyon Teritorial Pembangunan, Batalyon Infanteri Marinir dan Batalyon Komando Kopasgat.
Upacara gelar pasukan, pengukuhan sekaligus pelantikan, rangkaian kegiatan yang diikuti oleh 27.394 prajurit juga disertai oleh pawai defile hingga demonstrasi ketangkasan dan strategi pengamanan prajurit TNI dari ketiga matra.
Lebih dari 100 unit alutsista mulai kendaraan taktis (rantis) dan kendaraan tempur (ranpur) dikerahkan.