Jelang Idul Fitri 2026, Polda Kalsel Terima Penitipan Kendaraan Pemudik Gratis
Polda Kalsel terima penitipan kendaraan gratis bagi pemudik jelang Idul Fitri 2026. Layanan ini menjamin keamanan kendaraan dan rumah kosong dari tindak kejahatan selama ditinggal mudik.
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama 13 Polres jajaran kembali menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Inisiatif ini bertujuan untuk menjamin keamanan kendaraan pemudik daripada ditinggal di rumah dalam keadaan kosong. Layanan gratis ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalsel dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama musim mudik.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa masyarakat dapat menitipkan kendaraan mereka di kantor polisi terdekat tanpa dipungut biaya. "Silahkan titip kendaraan di kantor polisi terdekat, kami siap menerima dan mengamankannya," kata Kapolda Kalsel di Banjarbaru. Beliau juga memperingatkan agar segera melaporkan ke Propam Polda Kalsel apabila ada anggota Polri yang meminta sejumlah uang untuk layanan ini.
Program penitipan kendaraan ini adalah langkah antisipasi terjadinya pencurian di rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya. Selain itu, Polda Kalsel juga akan meningkatkan patroli di kawasan pemukiman, terutama di komplek-komplek yang sepi karena banyak ditinggal mudik. Kehadiran polisi berpatroli diharapkan dapat mencegah aksi komplotan pencuri dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Layanan Gratis dan Aman dari Polda Kalsel
Polda Kalsel secara resmi membuka layanan penitipan kendaraan gratis untuk pemudik dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Layanan ini tersedia di seluruh kantor polisi di wilayah Kalimantan Selatan, termasuk di 13 Polres jajaran. Inisiatif ini hadir sebagai solusi praktis bagi warga yang khawatir akan keamanan aset mereka saat meninggalkan rumah untuk mudik.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan menjamin bahwa layanan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Beliau menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Apabila ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari layanan ini, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkannya kepada Propam Polda Kalsel.
Tujuan utama dari layanan penitipan kendaraan ini adalah untuk memberikan rasa tenang kepada pemudik. Dengan menitipkan kendaraan di kantor polisi, risiko pencurian dapat diminimalisir secara signifikan. Kendaraan akan berada di bawah pengawasan ketat petugas selama pemiliknya merayakan Lebaran di kampung halaman.
Strategi Pencegahan Kejahatan Selama Mudik
Selain menyediakan fasilitas penitipan kendaraan, Polda Kalsel juga memperkuat strategi pencegahan kejahatan lainnya selama periode mudik. Salah satu fokus utama adalah peningkatan intensitas patroli di area pemukiman warga. Patroli ini akan menyasar komplek-komplek perumahan yang cenderung sepi akibat ditinggal mudik oleh sebagian besar penghuninya.
Kapolda Yudha menjelaskan bahwa kehadiran polisi yang berpatroli secara rutin memiliki efek jera bagi para pelaku kejahatan. "Kehadiran polisi berpatroli tentu mencegah komplotan pencuri sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, khususnya pencurian rumah kosong, selama libur panjang Idul Fitri.
Polda Kalsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang tidak mudik untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan. Koordinasi aktif dengan petugas keamanan setempat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya kepolisian.
Operasi Ketupat Intan 2026: Komitmen Keamanan Idul Fitri
Layanan penitipan kendaraan dan peningkatan patroli ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat Intan 2026 yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel. Operasi keamanan berskala besar ini telah dimulai sejak tanggal 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026, mencakup durasi selama 13 hari.
Operasi Ketupat Intan 2026 melibatkan ribuan personel gabungan yang disebar di berbagai titik strategis di Kalimantan Selatan. Fokus utama operasi ini adalah memastikan kelancaran arus mudik dan balik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri. Berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan juga didirikan untuk memberikan bantuan dan informasi kepada pemudik.
Komitmen Polda Kalsel melalui Operasi Ketupat Intan 2026 menunjukkan keseriusan dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya layanan penitipan kendaraan dan patroli yang intensif, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan aman, tanpa perlu mengkhawatirkan keamanan harta benda mereka di rumah.
Sumber: AntaraNews