Ini Oleh-Oleh Prabowo dari Kunjungan ke 6 Negara Selama 15 Hari
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil lawatan ke luar negeri selama 15 hari, terhitung sejak 1 Juli 2025.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan hasil lawatan ke luar negeri selama 15 hari, terhitung sejak 1 Juli 2025. Total ada enam negara yang dikunjungi Prabowo, yakni Arab Saudi, Inggris, Brasil, Belgia, Prancis dan Belarus.
"Alhamdulillah, saya tiba kembali di Tanah Air setelah lumayan ya, kalau tidak salah 15 hari. Saya pergi cukup lama, tapi Alhamdulillah apa yang kita hasilkan cukup bagus," kata Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (16/7).
Prabowo mengawali kunjungan kerja ke Arab Saudi dan bertemu langsung dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Mohammed bin Salman Al Saud. Menurut dia, pemerintah Arab siap meningkatkan investasi di Indonesia.
"Hasilnya produktif, Anda sendiri dengar pengumuman mereka ya, bukan pengumuman kita, pengumuman mereka. Mereka juga menilai sangat berhasil. Banyak kemajuan yang kita capai di beberapa bidang. Mereka tingkatkan investasi di Indonesia," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dia juga menyampaikan gagasan pembangunan perkampungan haji permanen bagi jemaah asal Indonesia. Prabowo menyebut pemerintah Arab tak keberatan dengan pembangunan kampung haji.
"Saya mengajukan bahwa Indonesia ingin membangun perkampungan haji yang permanen di situ. Secara prinsip mereka tidak keberatan tapi tentunya akan dilakukan persiapan-persiapan perencanaan teknis," tuturnya.
Dari Timur Tengah, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Brasil untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di kota Rio de Janeiro. Selain itu, dia juga mengadakan lawatan kenegaraan ke ibu kota Brasil, Brasilia, dan bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
"Kemudian BRICS tentunya kita juga diterima sebagai anggota. Sesudah itu saya kunjungan resmi ke Republik Federasi Brasil, diterima Presiden Lula dengan baik," ucap Prabowo.
Dia menekankan pentingnya kerja sama antara Brasil dan Indonesia yang belum tergarap optimal. Terlebih, Brasil dan Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan memiliki hutan tropis yang sangat besar.
"Kita juga memiliki sumber-sumber alam yang sangat besar. Aneh kita berbicara, Presiden Lula dan saya mengatakan aneh hubungan dagang kita masih relatif kecil. Jadi ini kita ingin tingkatkan," ungkap dia.
Selanjutnya, Prabowo melakukan kunjungan ke Brussel, Belgia, untuk menghadiri pertemuan dengan Uni Eropa, serta pertemuan empat mata bersama Raja Belgia, Philippe. Dalam kunjungan ini, Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) berhasil disepakati Indonesia-Uni Eropa, setelah proses perundingan alot selama 10 tahun.
"Setelah 10 tahun perundingan alot akhirnya kita mencapai kesepakatan Indonesia dan Uni Eropa akan masuk ke dalam apa yang disebut CEPA yang itu sama dengan Free Trade Agreement," ujarnya.
Prabowo menekankan pentingnya CEPA sebab dapat membebaskan tarif impor untuk produk Indonesia masuk ke Eropa. Dia memastikan kerja sama Indonesia-Uni Eropa akan saling menguntungkan.
"Jadi barang-barang kita bisa masuk Uni Eropa 0 persen tarif, mereka juga. Jadi kita sangat ini lah, ada hubungan simbiosis. Mereka punya teknologi yang bagus, punya sains, punya dana keuangan. Kita punya mineral, kita punya komoditas, kita punya pasar. Jadi ini simbiosis," ungkap Prabowo.
Usai dari Brussels, Prabowo bertolak ke Prancis untuk menghadiri peringatan Hari Nasional Prancis Bastille Day sebagai tamu kehormatan. Dalam kesempatan itu, Kontingen Satgas Patriot II dari Indonesia menjadi pembuka parade militer di Champs Élysées.
Prabowo juga melakukan pertemuan dan jamuan santap malam privat dengan Presiden Emmanuel Macron. Keduanya bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai konflik Israel-Palestina.
"Habis itu saya ke Prancis, kita diberi kehormatan bisa memimpin defile Hari Nasional Prancis. Ini sesuatu yang baru pertama kali dalam sejarah suatu negara dari Asia mimpin defile di Prancis, kehormatan besar. Saya lakukan juga pembicaraan lama dengan Presiden Macron membahas banyak masalah juga cukup sangat produktif," jelas Kepala Negara.
Dia juga sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat di Inggris untuk membahas soal konflik di Gaza dan Ukraina. Kunjungan tersebut bersifat informal.
Mengakhiri lawatan luar negeri, Prabowo melakukan kunjungan singkat ke Minsk, Belarus. Dia melakukan pertemuan dengan Presiden Aleksandr Lukashenko.
"Dan habis itu saya mampir di Belarus, di Minsk," tutup Prabowo.