Hujan Deras Guyur Puncak, Bendung Katulampa Siaga 3 Peringatkan Warga Ciliwung
Hujan yang mengguyur kawasan Puncak seharian penuh menyebabkan Bendung Katulampa Siaga 3. Kondisi ini memicu kewaspadaan bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak dini hari telah menyebabkan peningkatan status siaga di Bendung Katulampa pada Jumat. Peningkatan debit air Sungai Ciliwung ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat sekitar. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dari semua pihak.
Pada pukul 11.00 WIB, tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa tercatat mencapai 90 sentimeter, yang secara otomatis menempatkan bendung pada status siaga 3. Sebelumnya, pada pukul 10.23 WIB, TMA masih berada di angka 80 sentimeter dengan status siaga 4 atau normal. Perubahan status ini menunjukkan adanya aliran air yang signifikan dari hulu.
Pelaksana Bendung Katulampa, Andi Sudirman, menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap debit air sungai. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari petugas terkait potensi kenaikan air. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul dari kondisi cuaca ini.
Peningkatan Status Siaga Bendung Katulampa
Peningkatan status Bendung Katulampa menjadi siaga 3 pada Jumat pagi disebabkan oleh intensitas hujan tinggi di kawasan Puncak. Menurut Pelaksana Bendung Katulampa, Andi Sudirman, tinggi muka air Sungai Ciliwung mencapai 90 sentimeter pada pukul 11.00 WIB. “Pada pukul 11.00 WIB TMA Ciliwung mencapai 90 sentimeter dengan status siaga 3,” ujar Andi. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan volume air yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
Sebelum mencapai status siaga 3, Bendung Katulampa berada pada status siaga 4 atau normal, dengan TMA Ciliwung sekitar 80 sentimeter pada pukul 10.23 WIB. Perubahan status dalam waktu kurang dari satu jam ini mengindikasikan cepatnya aliran air dari hulu. Meskipun kondisi cuaca di sekitar bendung terpantau gerimis, curah hujan di kawasan hulu tetap menjadi faktor penentu utama.
Sementara itu, tinggi muka air di Pintu Intake Kalibaru atau Saluran Induk Katulampa dilaporkan stabil di angka 30 sentimeter. Petugas Bendung Katulampa terus melakukan pemantauan debit air Sungai Ciliwung secara intensif. Hal ini dilakukan seiring dengan masih berlangsungnya hujan di wilayah hulu, yang berpotensi menambah volume air yang mengalir ke hilir.
Dampak Hujan Deras di Kawasan Puncak
Hujan yang mengguyur kawasan Puncak, khususnya di sekitar Gunung Mas, Cisarua, telah berlangsung tanpa henti sejak dini hari hingga siang hari. Intensitas hujan yang tinggi ini juga disertai dengan kabut tebal yang menyelimuti area Puncak. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi jarak pandang, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan debit air sungai secara drastis.
Petugas Bendung Katulampa secara proaktif terus memantau debit air Sungai Ciliwung untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut. Pemantauan ini krusial untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai. Informasi terkini tentang status Bendung Katulampa sangat penting agar warga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Ciliwung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi kenaikan debit air akan terus ada apabila hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terus terjadi di wilayah hulu. Kesiapsiagaan dan respons cepat dari warga dapat meminimalkan risiko dan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh banjir.
Sumber: AntaraNews