HNSI Babel Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Pasang, Ini Titik Perairan Berbahaya
HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau nelayan untuk waspada gelombang pasang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di perairan Bangka Belitung mulai 3 hingga 6 Januari 2026.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh nelayan di wilayahnya. Peringatan ini terkait potensi gelombang pasang yang dapat membahayakan aktivitas penangkapan ikan di laut.
Ketua HNSI Provinsi Bangka Belitung, Ridwan, menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi nelayan yang beraktivitas di laut. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, potensi gelombang pasang ini akan terjadi mulai tanggal 3 hingga 6 Januari 2026. Nelayan di beberapa titik perairan diminta untuk sangat berhati-hati.
Peringatan BMKG dan Kondisi Angin
BMKG Pangkalpinang melaporkan bahwa pola angin di wilayah Kepulauan Bangka Belitung umumnya akan bergerak dari Barat ke Utara. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 8 hingga 16 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bangka Barat bagian utara dan Bangka Tengah bagian timur. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang tinggi yang signifikan.
Tinggi gelombang air laut antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa lokasi. Area yang dimaksud meliputi perairan Bangka Barat bagian utara, Bangka Tengah bagian timur, perairan Bangka bagian utara, perairan Pulau Belitung bagian utara, dan perairan Belitung bagian timur.
Ridwan menegaskan bahwa gelombang setinggi 1,25 meter dengan kecepatan angin mencapai 16 knot sangat membahayakan. Terutama bagi kapal nelayan berkapasitas kecil yang rentan terhadap kondisi laut ekstrem.
Imbauan Keselamatan untuk Nelayan
Bagi nelayan yang terpaksa harus melaut, HNSI memberikan sejumlah saran penting untuk menjaga keselamatan. Pertama, pastikan kelengkapan alat keselamatan selalu tersedia dan berfungsi baik di kapal.
Kedua, upayakan untuk selalu berdekatan dengan nelayan lain demi keamanan bersama. Ini akan memudahkan koordinasi dan bantuan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Ketiga, segera laporkan jika mengalami kendala atau masalah di laut kepada pihak terkait. Komunikasi yang cepat sangat krusial dalam situasi darurat.
HNSI secara khusus mengimbau nelayan yang menggunakan kapal berkapasitas kecil untuk menunda aktivitas melaut. Disarankan untuk menunggu hingga kondisi perairan benar-benar aman dan kondusif untuk penangkapan ikan.
Sumber: AntaraNews