Hemat Energi, Pemkot Yogyakarta Terapkan Kuota BBM untuk Mobil Dinas
Program ini dinamai Hasto dengan Plafonisasi. Hasto mengungkapkan lewat program Plafonisasi ini, jatah bensin bagi mobil dan sepeda motor dinas.
Penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terus dilakukan pemerintah pusat. Kebijakan penghematan BBM ini juga dilakukan pula oleh pemerintah daerah.
Langkah penghematan BBM khususnya untuk kendaraan dinas juga dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Wali Kota Hasto Wardoyo berencana menerapkan jatah bensin BBM bagi ASN demi efisiensi.
Program ini dinamai Hasto dengan Plafonisasi. Hasto mengungkapkan lewat program Plafonisasi ini, jatah bensin bagi mobil dan sepeda motor dinas yang dipakai ASN akan dibatasi.
Jatah 5 Liter BBM Perhari
Hasto menyebut untuk mobil dinas akan mendapatkan jatah 5 liter BBM perhari. Sementara untuk sepeda motor dinas akan dijatah 1 liter BBM perhari.
"Mobil akan saya jatah 5 liter maksimal perhari. Kalau 4 hari ya 20 liter. Kalau (sepeda) motor saya jatah 1 liter saja perhari. Kalau 4 hari ya 4 liter," ujar Hasto di Balaikota Yogyakarta, Selasa (31/3).
Program Plafonisasi
Hasto mengungkapkan apabila program Plafonisasi ini diterapkan maka penghematan penggunaan BBM untuk mobil dinas ASN bisa dilakukan. Dalam hitungan Hasto, program Plafonisasi ini mampu menghemat hingga 30 persen anggaran untuk belanja BBM.
Hasto menyebut melalui program Plafonisasi ini, dirinya akan lebih mudah dalam mengawasi penggunaan kendaraan berplat merah. Hal ini dikarenakan klaim BBM hanya diperbolehkan sesuai dengan jatah yang ditentukan.
"Kadang-kadang untuk keperluan pulang karena rumahnya di luar Kota Yogyakarta. Kalau over budget ya nambah sendiri. Plafonisasi itu lebih gampang (diterapkan)," katanya.