Hanya 8 Detik! Dinkes Denpasar Dukung Kehadiran Lasik Generasi Baru di Bali
Dinas Kesehatan Denpasar menyambut baik teknologi Lasik generasi baru yang mampu mengoreksi mata hanya dalam 8 detik, pertama di Bali, menjanjikan penglihatan jernih lebih cepat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Denpasar menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Ciputra SMG Eye Clinic Bali dalam menghadirkan teknologi operasi laser mata (Lasik) generasi terbaru di Pulau Dewata. Inovasi ini, yang dikenal sebagai Smile Pro Flapless Lasik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Denpasar, I Wayan Sukrayasa, mengungkapkan apresiasinya terhadap klinik tersebut. Kehadiran teknologi mutakhir ini diyakini dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat dan efisien.
Teknologi Lasik generasi baru ini menjadi sorotan utama karena kemampuannya menyelesaikan prosedur operasi hanya dalam waktu delapan detik. Durasi yang sangat singkat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dan lebih nyaman bagi pasien yang membutuhkan koreksi penglihatan.
Inovasi Revolusioner dalam Operasi Lasik
Teknologi Smile Pro Flapless Lasik yang dibawa Ciputra SMG Eye Clinic Bali merupakan yang pertama di Pulau Bali. Klinik ini mendatangkan alat VisuMax 800 Femtosecond Laser langsung dari Jerman, yang menjadi kunci utama kecepatan prosedur.
Ni Kompyang Rahayu, Kepala Ciputra SMG Eye Clinic Bali, menjelaskan perbedaan signifikan antara teknologi ini dengan metode Lasik sebelumnya. "Kalau mesin-mesin terdahulu lasernya sekitar 23 detik jadi agak lama, kalau pasien pada saat Lasik kan harus fokus di suatu titik, biasanya setelah 10 detik fokus pasien itu sudah berubah jadi diperbaiki teknologinya menjadi delapan detik saja, ini memberi empati terhadap pasien," ujarnya.
Durasi operasi yang jauh lebih singkat ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga mengurangi risiko pergeseran fokus mata pasien selama tindakan. Hal ini berkontribusi pada hasil yang lebih presisi dan aman, memastikan pasien mendapatkan koreksi penglihatan yang optimal.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Dinkes Denpasar melihat kehadiran teknologi Lasik generasi baru sebagai indikator positif bagi sektor kesehatan di kota tersebut. I Wayan Sukrayasa menekankan bahwa ini menunjukkan adanya klinik mata yang mengedepankan standar dan mutu tinggi, bahkan melampaui beberapa pelayanan kesehatan lain.
Selain itu, Sukrayasa juga menyoroti ketertarikan investor nasional untuk menanamkan modal di Denpasar dalam usaha yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Ini menunjukkan iklim investasi yang kondusif untuk pengembangan layanan kesehatan berkualitas.
Meskipun berharap rumah sakit pemerintah daerah dapat memiliki alat serupa di masa mendatang, Sukrayasa menyadari adanya keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, ia menyambut baik inisiatif swasta ini yang memungkinkan masyarakat Bali dan wisatawan mendapatkan akses ke teknologi canggih tersebut.
Syarat dan Fasilitas untuk Pasien Lasik Generasi Baru
Ni Kompyang Rahayu menjelaskan bahwa tidak semua orang dapat menjadi pasien Lasik dengan teknologi Smile Pro Flapless ini. Terdapat kriteria khusus yang harus dipenuhi untuk memastikan keamanan dan efektivitas prosedur. Syaratnya antara lain:
- Penderita rabun jauh maksimal 10 dioptri.
- Penderita silinder maksimal 5 dioptri.
- Berusia 18 tahun ke atas.
- Tidak memiliki kelainan mata lain.
Dengan biaya operasi sekitar Rp36 juta, klinik ini menjamin bahwa pasien dapat kembali melihat dengan jernih kurang dari 24 jam setelah prosedur. Untuk memberikan kenyamanan lebih, Ciputra SMG Eye Clinic Bali juga menyediakan fasilitas menginap di hotel dan transportasi, memudahkan pasien selama masa pengobatan.
Sumber: AntaraNews