Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Teramati 700 Meter ke Barat Daya
Gunung Semeru Erupsi kembali pada Sabtu pagi, 18 April 2026, dengan kolom abu vulkanik setinggi 700 meter mengarah ke barat daya, membuat masyarakat diimbau tetap waspada.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Sabtu pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik yang mengarah ke barat daya. Kejadian ini dilaporkan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto.
Erupsi terjadi tepat pada pukul 05.26 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Tinggi kolom letusan Gunung Semeru mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, atau setara dengan ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung, menandakan aktivitas vulkanik yang berkelanjutan. Dalam enam jam terakhir, sejak pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Gunung Semeru telah mengalami erupsi sebanyak enam kali. Ketinggian letusan bervariasi mulai dari 300 meter hingga 700 meter di atas puncaknya.
Aktivitas Vulkanik dan Data Gempa Terkini Gunung Semeru Erupsi
Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru menjadi perhatian utama. Selain erupsi yang berulang, pengamatan kegempaan juga mencatat sejumlah kejadian signifikan. Tercatat 11 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo antara 11-22 mm.
Durasi gempa letusan ini bervariasi, mulai dari 94 hingga 152 detik. Data kegempaan lainnya juga menunjukkan satu kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm yang berlangsung selama 32 detik. Ada pula satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 7 mm dan durasi 214 detik.
Liswanto menjelaskan bahwa "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu pukul 05.26 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," dalam laporan tertulisnya. Ini menegaskan kondisi terkini aktivitas gunung api tersebut.
Imbauan dan Rekomendasi PVMBG untuk Kewaspadaan
Dengan status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Batas aman yang ditetapkan adalah sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar, yang dapat mencapai jarak 17 km dari puncak gunung. Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan di wilayah ini.
Lebih lanjut, "Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas Liswanto. Zona ini merupakan area yang sangat berbahaya dan harus dihindari demi keselamatan warga.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga harus diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sumber: AntaraNews