Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Letusan Capai 1.000 Meter
Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu pagi, 10 Mei 2026, dengan kolom letusan setinggi 1.000 meter. Warga diimbau waspada terhadap potensi bahaya letusan Gunung Semeru.
Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Letusan ini terjadi sekitar pukul 08.16 WIB, menarik perhatian publik dan pihak berwenang. Kejadian ini menegaskan kembali status siaga gunung berapi aktif tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa kolom letusan teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu tersebut bergerak tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam jelas pada seismograf, menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Sebelum letusan utama, Gunung Semeru juga sempat mengalami erupsi pada pukul 07.43 WIB, meskipun kolom erupsinya tidak terlihat karena tertutup kabut. Kejadian berulang ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung. Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas gunung secara ketat.
Detik-detik Erupsi dan Status Siaga Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.16 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi letusan selama 114 detik. Kolom abu yang membumbung tinggi hingga 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi pemandangan jelas bagi warga sekitar. Warna abu yang putih hingga kelabu mengindikasikan material vulkanik yang dikeluarkan.
Aktivitas vulkanik sebelumnya pada pukul 07.43 WIB, meskipun visual kolom erupsinya tidak teramati karena kabut, juga terekam di seismograf. Letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 106 detik. Ini menunjukkan bahwa aktivitas di dalam kawah sudah berlangsung sebelum letusan besar terlihat.
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga), yang berarti potensi bahaya letusan masih tinggi. Status ini mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru untuk memastikan keselamatan warga.
Imbauan dan Zona Bahaya di Sekitar Kawah Semeru
Masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak erupsi. Zona ini merupakan area paling rawan terhadap dampak langsung letusan dan awan panas. Kepatuhan terhadap larangan ini sangat krusial untuk menghindari risiko korban jiwa.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Area ini berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak. Bahaya lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Wilayah ini sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan. Kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak gunung sangat ditekankan.
Sumber: AntaraNews