Gunung Semeru Erupsi Berulang, Kolom Abu Capai 1 Km, Status Siaga Ditetapkan
Gunung Semeru kembali erupsi berkali-kali pada Jumat malam, dengan kolom letusan mencapai 1 kilometer. Waspada status siaga, masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi PVMBG terkait bahaya erupsi Gunung Semeru.
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi terus-menerus pada Jumat, 2 Januari 2026. Letusan ini menghasilkan kolom abu setinggi 600 meter hingga 1 kilometer di atas puncak. Status gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada pada Level III atau Siaga.
Aktivitas vulkanik Semeru tercatat intens sepanjang hari, dengan total 15 kali erupsi hingga malam hari. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi kejadian ini dalam laporan tertulisnya. Erupsi ini menjadi perhatian serius bagi warga sekitar dan pihak berwenang.
Erupsi signifikan terjadi pada pukul 19.40 WIB dan 20.14 WIB, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang bergerak ke arah utara. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Intensitas Erupsi Gunung Semeru dan Karakteristik Kolom Abu
Sepanjang Jumat, Gunung Semeru menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, tercatat mengalami erupsi sebanyak 15 kali. Erupsi pertama dimulai sejak pukul 05.46 WIB dan terus berlanjut hingga malam hari, menandakan fase erupsi yang aktif.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa erupsi pada pukul 19.40 WIB menghasilkan kolom letusan setinggi sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 meter di atas permukaan laut). Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, bergerak ke arah utara. Erupsi ini masih berlangsung saat laporan dibuat.
Tidak lama berselang, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 20.14 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl). Kolom abu kembali terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, juga mengarah ke utara. Fenomena ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang konsisten dan perlu pemantauan ketat.
Data erupsi yang tercatat menunjukkan pola aktivitas yang berkelanjutan, dengan beberapa erupsi sebelumnya juga mencapai ketinggian serupa pada hari Kamis, 1 Januari 2026. Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Rekomendasi PVMBG untuk Keselamatan Warga Sekitar Gunung Semeru
Dengan status Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar Gunung Semeru. Rekomendasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko dan melindungi keselamatan warga dari potensi bahaya erupsi.
PVMBG secara tegas melarang aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Warga juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Pembatasan akses ini merupakan langkah preventif yang vital untuk menghindari korban jiwa.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengancam sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sumber: AntaraNews