Gubernur Kalbar Ajak Masyarakat Maknai Isra Mikraj dengan Disiplin Ibadah
Gubernur Kalimantan Barat menyerukan masyarakat untuk menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai penguat disiplin ibadah dan pembenahan spiritual, sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk mendalami makna Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sebagai landasan penguatan disiplin ibadah. Ajakan ini disampaikan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba, menekankan pentingnya persiapan lahir dan batin.
Pernyataan tersebut disampaikan Norsan saat menghadiri peringatan Isra Mikraj yang berlangsung khidmat di Masjid Az-Zakhirin, Pontianak. Ia menyoroti bahwa peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah Nabi, melainkan mengandung pesan fundamental tentang shalat sebagai fondasi karakter.
Menurutnya, ketaatan dalam menjalankan ibadah, khususnya shalat lima waktu, merupakan sarana efektif untuk membangun kedisiplinan, menumbuhkan ketenangan batin, serta memperkuat integritas dalam kehidupan sehari-hari umat muslim.
Pentingnya Shalat dalam Memaknai Isra Mikraj
Ria Norsan menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengingat peristiwa bersejarah. Peristiwa agung ini secara langsung berkaitan dengan turunnya perintah shalat, yang menjadi inti dari ajaran Islam dan pembentukan karakter umat.
Konsistensi dalam menunaikan shalat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah, menurutnya, membawa dampak luas. Implikasi tersebut tidak hanya terbatas pada hubungan spiritual individu dengan Tuhan, tetapi juga memengaruhi sikap sosial, etika bermasyarakat, dan tingkat kepedulian terhadap sesama.
Oleh karena itu, momentum Isra Mikraj diharapkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah. Ini adalah kesempatan untuk refleksi diri dan memperkuat komitmen spiritual.
Memakmurkan Masjid dan Persiapan Ramadhan
Selain fokus pada disiplin ibadah, Gubernur Ria Norsan juga mendorong masyarakat untuk mulai mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan. Persiapan ini meliputi aspek lahiriah dan batiniah, dengan penekanan khusus pada peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Norsan menjelaskan bahwa masjid memiliki fungsi yang lebih dari sekadar tempat ibadah; ia merupakan pusat pembinaan moral dan kebersamaan. Kebersihan, kerapian, serta kenyamanan masjid menjadi indikator penting dari kesiapan umat dalam menyambut bulan suci.
Sejalan dengan ajakan tersebut, pengurus Dewan Masjid Az-Zakhirin turut mengimbau jamaah untuk bergotong royong menjaga dan merawat fasilitas masjid. Tujuannya adalah agar seluruh aktivitas ibadah selama Ramadhan dapat berjalan dengan lebih khusyuk dan tertib.
Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus masjid dan tokoh masyarakat yang aktif menghidupkan kegiatan keagamaan. Kontribusi mereka dinilai sangat penting dalam memperkuat harmoni sosial dan ketahanan moral di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
Memperkuat Solidaritas dan Ketenangan Sosial
Ria Norsan meyakini bahwa aktivitas keagamaan yang hidup dan semarak di masjid akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketenangan sosial. Hal ini secara langsung akan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Peringatan Isra Mikraj ini diharapkan menjadi titik tolak bagi umat Islam di Kalimantan Barat untuk secara kolektif meningkatkan kualitas ibadah mereka. Selain itu, momentum ini juga penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan semangat kebersamaan serta kepedulian yang tinggi.
Dengan demikian, pesan Gubernur Kalbar ini tidak hanya berfokus pada dimensi spiritual individu, tetapi juga pada penguatan struktur sosial dan moralitas komunitas secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews