Puluhan remaja di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berpartisipasi aktif dalam sebuah pelatihan kreator konten yang inovatif. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Remaja Islam Masjid Agung Baitussalam (Rimbas) sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat dakwah digital melalui media sosial. Pelatihan ini juga menjadi rangkaian peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang penuh makna.
Pelatihan ini berlangsung di lingkungan Masjid Agung Baitussalam Purwokerto pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Inisiatif ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan esensial dalam memproduksi konten digital. Harapannya, konten yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan positif dan edukatif kepada khalayak luas.
Sebanyak 60 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga pemuda berusia 12 sampai 30 tahun, menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka semua memiliki minat besar di bidang konten kreator. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan fondasi kuat bagi para peserta dalam menjelajahi dunia kreasi konten digital secara bertanggung jawab.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Dakwah Digital Melalui Kreativitas Remaja
Ketua Pembinaan Rimbas, Bhayu Subrata, menjelaskan bahwa pelatihan kreator konten ini dirancang khusus untuk membekali remaja dengan kemampuan dasar produksi konten. Penekanan utama diberikan pada pembuatan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat dengan pesan positif dan nilai-nilai keislaman. Sebanyak 70 persen materi pelatihan difokuskan pada praktik langsung, memastikan peserta mendapatkan pengalaman nyata.
Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta diharapkan mampu membuat konten video berdurasi 60 detik yang efektif. Konten tersebut harus memiliki pesan positif yang jelas dan mudah dipahami oleh audiens. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Rimbas dalam memanfaatkan potensi media sosial sebagai sarana dakwah yang relevan di era digital saat ini.
Bhayu Subrata juga menegaskan bahwa kegiatan Pelatihan Kreator Konten Purwokerto ini bukanlah yang pertama atau terakhir. Rimbas berencana untuk menyelenggarakan kelas-kelas lanjutan di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kreativitas remaja serta pemuda dalam memproduksi konten media sosial yang edukatif dan bertanggung jawab.
Advertisement
Advertisement
Konten Relevan dan Berdampak Positif
Pelatihan perdana ini dipandu oleh Yusuf, seorang kreator konten muda yang juga merupakan marbot Masjid 17 Purwokerto. Yusuf memberikan penekanan khusus pada pentingnya membuat konten yang relevan dengan audiens. Ia juga menekankan bahwa setiap konten harus membawa pesan positif yang dapat menginspirasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Yusuf, konten yang baik tidak boleh "egois" atau hanya berpusat pada pembuatnya. Sebaliknya, konten harus "relate" dengan penonton agar dapat diterima dan memiliki dampak. Kunci utama dalam menarik perhatian penonton ada pada "hook" atau daya pikat dalam tiga detik pertama video. Penggunaan kata atau narasi yang tepat juga sangat penting untuk menjaga minat audiens.
Tafip Sudono, dari Takmir Masjid Agung Baitussalam Bidang Unit Pengumpul Zakat (UPZ), menambahkan bahwa kegiatan Pelatihan Kreator Konten Purwokerto ini merupakan bagian dari rangkaian agenda pra-Ramadhan. Selain pelatihan ini, Masjid Agung Baitussalam juga menyelenggarakan kegiatan lain seperti pelatihan tanam cabai dalam pot (tabelampot) dan seminar tamyiz. Hal ini menunjukkan komitmen masjid dalam menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews