Gubernur Jateng Wanti-Wanti Warga soal Virus Nipah, ini Pesannya
Langkah antisipasi utama dimulai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari, terutama dalam mengonsumsi makanan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan Virus Nipah bisa mengancam nyawa manusia. Mantan Kapolda Jateng itu mengajak masyarakat mengedepankan upaya pencegahan dan pola hidup sehat agar potensi penyebaran virus berbahaya itu bisa dicegah.
Dikatakannya, langkah antisipasi utama dimulai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari, terutama dalam mengonsumsi makanan.
“Yang terkait dengan virus Nipah ini, kita perlu antisipasi. Pertama pola hidup sehat, yang kedua kalau makan buah ya dicuci dulu. Kalau ada gejala, segera lakukan pemeriksaan,” kata Ahmad Luthfi di sela kegiatan di The Sunan Hotel Solo, Rabu (4/2).
Pastikan Jateng Aman
Luthfi mengklaim, sistem deteksi dan pencegahan di wilayah yang ia pimpin sudah berjalan hingga tingkat desa. Pemerintah daerah memiliki jejaring layanan kesehatan yang siap melakukan pemantauan dan penanganan dini.
“Di Jawa Tengah kita punya sistem sampai tingkat desa. Saya yakin pencegahan kita luar biasa. Masyarakat harus betul-betul menjaga kesehatan, terutama dalam konsumsi makanan, buah-buahan yang secara analisa medis sementara diduga berkaitan dengan virus dari codot,” ungkapnya.
Hingga saat ini, ia memastikan, Jawa Tengah dalam kondisi aman atau zero accident.
"Jawa Tengah masih aman, masih zero accident," tandasnya.
Deteksi Dini
Wali Kota Solo Respati Ardi menambahkan, guna mengantisipasi menularnya virus tersebut, pihaknya mengoptimalkan deteksi dini. Jika warga merasa ada gejala demam, petugas akan langsung mendatangi atau warga dianjurkan untuk datang ke Puskesmas terdekat.
"Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi salah satu terobosan penting dalam mendeteksi dini berbagai penyakit. Kami menargetkan cakupan program tersebut mencapai 65 persen pada tahun ini. Kalau ada warga di wilayah yang mengalami demam berkepanjangan dan mengarah ke sana, kita langsung intervensi,” katanya.
Saat ini, dikatakan Respati, Kota Solo memiliki 17 Puskesmas yang siap melayani pemeriksaan kesehatan. Selain itu ada posyandu yang rutin menjalankan deteksi dini berbagai penyakit.
“Puskesmas sudah siap, posyandu juga rutin berjalan. Deteksi dini penyakit menular maupun penyakit lainnya sudah optimal,” tutup dia.