Gila! Tempuh 3 KM Butuh 1,5 Jam Akibat Kemacetan Jakarta, Mirip Macet Lebaran
Kemacetan Jakarta mencapai titik parah, membuat pemotor menempuh jarak 3 kilometer dalam 1,5 jam. Cari tahu penyebab utama dan dampaknya di sini.
Kemacetan parah melanda sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Rabu malam (24/9), menyebabkan waktu tempuh perjalanan menjadi sangat lama. Kondisi ini membuat frustrasi banyak pengendara yang terjebak dalam lalu lintas yang tidak bergerak.
Salah satu korban kemacetan adalah Zaki (33), seorang pengendara ojek online, yang membutuhkan waktu 1,5 jam untuk menempuh jarak hanya tiga kilometer dari Cideng menuju Halte Grogol Petamburan. Situasi ini menunjukkan betapa parahnya kemacetan Jakarta yang terjadi.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Komarudin menjelaskan bahwa penutupan Gerbang Tol Semanggi 1 menjadi pemicu utama kemacetan ini. Penutupan dilakukan untuk perbaikan pasca-unjuk rasa yang terjadi sebelumnya.
Kemacetan Parah Landa Ibu Kota: Pengendara Terjebak Berjam-jam
Pengalaman Zaki menjadi gambaran nyata betapa parahnya kemacetan Jakarta saat itu. "Parah, macet banget pokoknya. Sampai keringatan di jalan ini saya. Enggak bergerak sama sekali, motor aja enggak bisa nyelip," keluhnya saat ditemui di kolong Halte Slipi Petamburan.
Kemacetan tidak hanya terjadi di ruas jalan utama, tetapi juga meluas hingga ke area perkampungan warga. Zaki menambahkan, "Di Petamburan mah sampai ke dalam gang macetnya. Jadi, alternatif juga sudah enggak bisa. Mati semua jalan."
Situasi semakin diperparah dengan adanya sejumlah kendaraan roda empat yang mogok di sepanjang Jalan KS Tubun. Kendaraan besar seperti mobil dan bus terjebak berjam-jam, bahkan beberapa di antaranya tidak dapat bergerak sama sekali.
Kesaksian serupa datang dari Pras, seorang pengendara yang membutuhkan waktu hingga dua jam untuk mencapai Halte Slipi Petamburan dari Jalan Panjang, Kebon Jeruk. "Kayaknya jaraknya juga enggak seberapa, biasanya paling 10 atau 15 menit. Ini saya sudah dua jam di jalan, mau pulang kerja," ujar Pras.
Penyebab Utama dan Dampak Penutupan Gerbang Tol Semanggi
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa akar masalah kemacetan Jakarta ini adalah penutupan Gerbang Tol Semanggi 1. Gerbang tol tersebut sedang dalam tahap perbaikan serius akibat dampak dari aksi unjuk rasa yang terjadi pada Agustus 2025.
Kombes Polisi Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan, "Gerbang Tol Semanggi 1 lagi tahap perbaikan karena dampak dari yang dibakar kemarin (aksi unjuk rasa Agustus 2025)." Pernyataan ini menegaskan alasan di balik gangguan lalu lintas yang signifikan.
Akibat penutupan ini, arus kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi dan sebaliknya dialihkan. Masyarakat yang seharusnya masuk melalui Gerbang Tol Semanggi 1 terpaksa dialihkan ke Gerbang Tol Semanggi 2, yang juga memiliki keterbatasan.
Kondisi di Gerbang Tol Semanggi 2 tidak jauh lebih baik, karena hanya satu gardu yang dapat digunakan. "Satu gardunya juga perbaikan," tambah Komarudin, yang semakin memperburuk situasi antrean panjang kendaraan yang ingin melintas.
Strategi Pengendara Menghadapi Kemacetan Jakarta yang Membingungkan
Banyak pengendara, termasuk Pras, mencoba mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan Jakarta yang parah. Namun, upaya tersebut seringkali sia-sia karena jalur-jalur kecil pun ikut mengalami kepadatan.
"Apalagi di jalan kecil ada mobil mobil yang mencari jalan, bikin makin ruwet. GPS saya sampai bingung mengarahkan. Ini macet hari kerja kayak macet lebaran," keluh Pras, menggambarkan betapa tidak efektifnya navigasi di tengah kondisi tersebut.
Informasi dari teman-teman pengendara juga menunjukkan bahwa kemacetan sudah parah sejak sore hari. Beberapa orang sengaja pulang lebih malam dengan harapan lalu lintas mereda, namun kenyataannya malah semakin memburuk.
Sumber: AntaraNews