Gelombang Laut NTB Kondusif Setelah Siklon Tropis Luana Menjauh
Kondisi gelombang laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) berangsur kondusif setelah Siklon Tropis Luana bergerak menjauh, membawa kabar baik bagi aktivitas maritim di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gelombang laut di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini berangsur kondusif. Ketinggian gelombang rata-rata tercatat antara 1,25 hingga 2,5 meter, seiring dengan bergeraknya siklon tropis menjauh dari perairan selatan Indonesia.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Anggi Dewita, menyatakan bahwa hanya wilayah Samudera Hindia selatan NTB yang masih berpotensi mengalami gelombang tinggi, dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan signifikan setelah periode cuaca buruk sebelumnya.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan zona merah pelayaran akibat gelombang sangat tinggi yang mencapai 4 hingga 6 meter di beberapa perairan NTB. Pemulihan kondisi ini memberikan angin segar bagi masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas maritim.
Pergerakan Siklon Tropis Luana dan Dampaknya
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta mengonfirmasi bahwa Bibit Siklon Tropis 91S, yang sebelumnya terbentuk di Samudera Hindia selatan NTB pada Kamis, 22 Januari 2026, telah menguat menjadi Siklon Tropis Luana. Bibit siklon ini mulai tumbuh sejak 21 Januari 2026 dan mencapai kategori intensitas siklon tropis pada 24 Januari 2026.
Siklon Tropis Luana kini terpantau bergerak menuju daratan Dampier Peninsula di Australia Barat, yang secara signifikan mengurangi potensi dampak tidak langsung ke wilayah NTB. Pergerakan menjauh sistem badai ini menjadi faktor utama di balik kondusifnya gelombang laut di sebagian besar perairan NTB.
Meskipun demikian, kecepatan angin maksimum di wilayah NTB saat ini masih mencapai 45 kilometer per jam, bergerak dari arah barat daya hingga barat laut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang mungkin terjadi.
Detail Ketinggian Gelombang di Perairan NTB
Anggi Dewita memaparkan bahwa gelombang laut dengan kategori sedang, yaitu antara 1,25 hingga 2,5 meter, terpantau di beberapa lokasi penting. Area tersebut meliputi Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan utara Sumbawa, serta Selat Sape bagian selatan.
Untuk Selat Sape bagian utara, ketinggian gelombang laut berada dalam kategori rendah, yakni antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kondisi ini relatif aman untuk aktivitas pelayaran kecil dan menengah.
Namun, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan bagi pelayaran di Samudera Hindia selatan NTB, di mana potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter masih berlaku. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan serupa untuk wilayah perairan selatan NTB yang berlaku hingga 22 Januari 2026.
Prakiraan Cuaca Umum Nusa Tenggara Barat
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Nusa Tenggara Barat pada periode 24-25 Januari 2026 umumnya akan cerah berawan. Hal ini menunjukkan kondisi atmosfer yang lebih stabil dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Meskipun demikian, potensi hujan masih dapat terjadi di beberapa daerah tertentu. Wilayah yang perlu mewaspadai kemungkinan turunnya hujan antara lain Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.
Masyarakat di seluruh NTB diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di laut dan daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Sumber: AntaraNews