Foto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). (merdeka.com/ arie basuki)
ADVERTISEMENT
Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur hingga Pluit, Jakarta Utara, terus dikebut. Ruas tol layang sepanjang 9,6 kilometer ini menelan investasi sekitar Rp 15,8 triliun dan ditargetkan rampung pada awal 2026.Tol Harbour Road II akan terintegrasi dengan Tol Akses Tanjung Priok sehingga mampu mengalirkan arus kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan lebih cepat.
Jika rampung, perjalanan dari pelabuhan ke bandara disebut akan terasa sebentar saja. Kehadiran tol elevated ini diyakini bakal memperkuat konektivitas sekaligus memangkas beban lalu lintas di jalur utama Jakarta Utara.
Foto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basukiFoto udara pembangunan jalan tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur dan Pluit di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/9/2025). merdeka.com/ arie basuki
Gubernur Jakarta mengisyaratkan adanya rencana perpanjangan LRT Jakarta hingga ke kawasan PIK 2 dan Bandara Soekarno-Hatta, demi mewujudkan konektivitas transportasi massal yang terintegrasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang pengembangan **LRT Jakarta PIK 2 Bandara Soetta**, menyempurnakan konektivitas transportasi massal ibu kota dan meningkatkan mobilitas warga.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung penuh sinkronisasi tata ruang proyek Tol Tanjung Carat. Langkah ini krusial untuk penguatan konektivitas dan logistik daerah, dengan total investasi mencapai Rp26 triliun.
Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II ruas Ancol Timur–Pluit terus dikebut untuk meningkatkan konektivitas dan mengurai kemacetan di kawasan utara Jakarta.
Anggota DPR RI H. Abdul Hadi mendesak percepatan pembangunan Jalan Bypass Lembar-Kayangan NTB yang strategis. Proyek senilai Rp3,5 triliun ini akan memangkas waktu tempuh dan melancarkan logistik.
Pemerintah terus mendukung PT Hutama Karya dalam melanjutkan pembangunan Tol Jambi-Rengat, proyek strategis yang akan memperkuat konektivitas dan mendorong ekonomi di wilayah Sumatera.
Proyek Akses Tol KM 25 Bitung Tangerang telah mencapai 80% dan ditargetkan rampung Desember 2025, siap mengurangi kemacetan hingga 15% di Jalan Arteri Bitung.
Beroperasinya JORR 2 secara penuh akan mengurangi kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan memberikan alternatif rute yang lebih banyak bagi pengguna jalan.