Penari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok merias wajah sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). (AFP/ YT Haryono)
ADVERTISEMENT
Pementasan opera wayang tradisional Tiongkok, Tio Ciu Pan, yang kini semakin langka di Indonesia, hadir memikat warga Binjai, Sumatera Utara. Selama 20 malam berturut-turut, ribuan penonton memadati kawasan Pasar Lima, Kelurahan Tandem, untuk menyaksikan pertunjukan yang dibawakan langsung oleh seniman dari Negeri Tirai Bambu.
Pagelaran ini digelar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-31 Vihara Budi Dharma. Pihak vihara sengaja mendatangkan langsung grup opera dari Tiongkok karena di Indonesia sudah tidak ada lagi kelompok seniman yang melestarikan kesenian klasik tersebut.
Opera Tio Ciu Pan mengangkat kisah pada masa Dinasti Sung Utara. Alur ceritanya sarat drama: perebutan kekuasaan, intrik kerajaan, kisah asmara, pengkhianatan hingga proses peradilan, yang dikemas dengan dialog, musik, dan tarian tradisional khas Tiongkok.Kehadiran pertunjukan langka ini disambut antusias. Setiap malam, hingga pukul 24.00 WIB, ribuan warga etnis Tionghoa maupun masyarakat umum berbondong-bondong menyaksikannya.
Penari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok merias wajah sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPenari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPenari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPenari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPenari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPara penari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok, yang dikenal sebagai wayang orang Tiongkok, menerima persembahan di atas panggung sebelum tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa setempat di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPara musisi dan penari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok, yang dikenal sebagai wayang orang Tiongkok, memainkan alat musik di sisi panggung saat tampil pada hari pertama pertunjukan bagi komunitas Tionghoa setempat di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT HaryonoPenari opera tradisional Tiongkok dari Dongshan, Tiongkok tampil pada hari pertama pertunjukan untuk komunitas Tionghoa di Vihara Budhi Dharma di Tandem, Sumatera Utara (16/09/2025). AFP/ YT Haryono
Seniman di Kota Cirebon aktif melestarikan kesenian Wayang Wong melalui pagelaran budaya tradisional di Keraton Kacirebonan, menjaga warisan budaya di tengah modernisasi.
Sabang Merauke: The Indonesia Broadway 2025 sukses memukau penonton dengan kolaborasi seni lintas budaya. Saksikan bagaimana 351 penari dan 19 desainer menyulam kekayaan Nusantara di panggung megah.
Saksikan kemegahan Pagelaran Sabang Merauke, 'The Indonesian Broadway' yang berhasil memukau ribuan penonton dengan kekayaan budaya Nusantara. Pertunjukan ini mengajak Anda menyelami hikayat Indonesia.