Fakta Unik TBC Bisa Sembuh Total! Pemkot Surabaya Targetkan Zero TBC Surabaya 2030 Lewat Kolaborasi Masif
Pemkot Surabaya serius wujudkan Zero TBC Surabaya pada 2030 melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas. Ribuan kader dan masyarakat dilibatkan, penasaran strateginya?
Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tuberkulosis (TBC). Pendekatan kolaboratif berbasis komunitas menjadi strategi utama untuk mewujudkan target eliminasi TBC di Kota Pahlawan pada tahun 2030.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penanggulangan TBC tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya Kader Surabaya Hebat (KSH) serta pengurus RT dan RW, sangat krusial dalam mengedukasi dan mendampingi warga.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyuluhan serentak bertajuk "Merdeka TBC" yang digelar di 1.361 RW se-Kota Surabaya. Kegiatan masif ini melibatkan ribuan kader kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat untuk mempercepat pencapaian target zero TBC Surabaya.
Kolaborasi Masif untuk Zero TBC Surabaya
Untuk mencapai target zero TBC Surabaya pada tahun 2030, Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan 27.000 Kader Surabaya Hebat (KSH). Para kader ini akan diterjunkan ke setiap RT dengan target satu kader mendampingi 20 rumah, memastikan sosialisasi menyeluruh.
Selain KSH, Satuan Tugas (Satgas) TBC juga dibentuk untuk menindaklanjuti kasus positif. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, Satgas akan turun tangan untuk memberikan pendampingan. Bahkan, ada Satgas khusus yang bertugas mendampingi pasien minum obat untuk memastikan kepatuhan pengobatan.
Wali Kota Eri Cahyadi berharap masyarakat berani jujur akan kondisi kesehatannya dan tidak menolak pengobatan TBC apabila dinyatakan positif. TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan apabila penderita rutin mengonsumsi obat selama enam bulan penuh, sehingga kesadaran akan pentingnya pengobatan sangat diperlukan.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mengucilkan seseorang yang sedang menjalani pengobatan TBC. "Jangan menghakimi, tapi ingatkan dan kuatkan. Jika ada yang batuk, sarankan untuk pakai masker dan periksa ke puskesmas," ujarnya, menekankan pentingnya dukungan sosial.
Mengatasi Tantangan dan Stigma TBC
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa penyuluhan "Merdeka TBC" melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi ini mencakup pemerintah, swasta, akademisi dari 13 universitas, hingga media massa, menunjukkan sinergi lintas sektor yang kuat.
Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga melakukan skrining masif, menyediakan pengobatan gratis, dan memberikan pendampingan minum obat bagi pasien TBC. Langkah-langkah ini dirancang untuk memastikan setiap penderita mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
Nanik mengakui bahwa tantangan utama Pemkot Surabaya dalam penanggulangan TBC adalah tingginya mobilitas penduduk. Ini menyebabkan banyak kasus dari luar wilayah tercatat di Surabaya, serta masih adanya stigma negatif yang membuat penderita enggan berobat, menghambat upaya eliminasi.
Untuk mengatasi kendala ini, 27.000 kader telah dilatih dengan 25 kompetensi kesehatan, termasuk penanganan TBC. Pelatihan komprehensif ini membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk edukasi dan pendampingan efektif di lapangan.
Sumber: AntaraNews