Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam kegiatan pasar murah rutin. Dorongan ini bertujuan memperluas jangkauan distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menyatakan bahwa keterlibatan KDMP sangat strategis mengingat koperasi ini telah terbentuk di hampir seluruh kelurahan di Surabaya. Keberadaan KDMP dinilai mampu mendukung program pasar murah yang selama ini dijalankan Pemkot Surabaya.
Inisiatif ini tidak hanya fokus pada pemerataan distribusi sembako murah, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat peran serta mengoptimalkan kinerja Koperasi Merah Putih di tengah masyarakat. Ini menjadi solusi atas beberapa kendala yang dihadapi koperasi.
Advertisement
Advertisement
DPRD Surabaya melalui Wakil Ketuanya, Bahtiyar Rifai, secara tegas mendorong Pemkot Surabaya agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi bagian integral dari penyelenggaraan pasar murah. Menurut Bahtiyar, pelibatan KDMP akan sangat efektif dalam memperluas cakupan distribusi bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini juga diyakini mampu memperkuat eksistensi koperasi di tengah masyarakat Surabaya.
Bahtiyar menjelaskan bahwa saat ini KDMP telah berhasil terbentuk di hampir setiap kelurahan di Surabaya, menjadikannya aset strategis bagi pemerintah kota. Dengan jaringan yang sudah tersebar luas, KDMP memiliki potensi besar untuk memastikan bahwa program pasar murah dapat menjangkau lebih banyak warga dan tepat sasaran. Ini akan sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga stabil.
Lebih lanjut, Bahtiyar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota dan koperasi untuk mengatasi berbagai tantangan. Ia mengusulkan agar Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya berkoordinasi aktif dengan para pengurus koperasi. Koordinasi ini diharapkan dapat dilakukan sebelum pelaksanaan pasar murah, sehingga penyaluran sembako dapat diatur secara efisien melalui jaringan koperasi yang ada.
Advertisement
Advertisement
Selain mendorong pelibatan dalam pasar murah, Bahtiyar Rifai juga menyoroti berbagai kendala yang masih dihadapi oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dalam operasionalnya. Beberapa koperasi masih bergulat dengan keterbatasan modal yang berasal dari iuran anggota dan belum memiliki arah pengembangan yang jelas. Kondisi ini menghambat potensi penuh koperasi untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar kepada masyarakat.
Bahtiyar juga menyoroti lambatnya realisasi pembangunan gerai KDMP, sebuah program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Dari total rencana 153 gerai di Surabaya, baru sekitar 20 gerai yang berhasil terealisasi. Salah satu hambatan utama dalam pembangunan gerai ini adalah ketersediaan lahan yang tidak memenuhi spesifikasi standar yang ditetapkan.
Standar luas lahan untuk gerai KDMP adalah sekitar 400 meter persegi, namun banyak aset milik Pemkot Surabaya hanya memiliki luas antara 200 hingga 300 meter persegi. Bahtiyar menggarisbawahi perlunya penyesuaian standar lahan agar pembangunan gerai dapat dipercepat. Keberadaan gerai sangat krusial untuk menunjang operasional koperasi, termasuk distribusi barang kepada masyarakat secara lebih efektif.
Advertisement
Tanpa fasilitas gerai yang memadai, koperasi akan kesulitan untuk berkembang secara optimal. Saat ini, banyak koperasi masih harus menempel di kantor kelurahan, yang membatasi ruang gerak dan efisiensi mereka. Dengan adanya gerai mandiri, program-program koperasi dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi kesejahteraan anggota serta masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews