Fakta Unik! Kemenangan Persekat Tegal atas PSMS Bikin Pelatih Putu Gede Campur Aduk, Ini Alasannya
Kemenangan Persekat Tegal atas PSMS Medan di Pegadaian Championship 2025/2026 membuat pelatih I Putu Gede merasakan campur aduk emosi, mengingat sejarahnya dengan Ayam Kinantan.
Persekat Tegal berhasil mengawali musim Pegadaian Championship 2025/2026 dengan hasil manis setelah menundukkan tuan rumah PSMS Medan. Laga pembuka yang berlangsung pada Jumat, 13 September, di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Laskar Ki Gede Sebayu.
Gol semata wayang Persekat dicetak oleh Eduard Rocky Mandosir pada menit ke-95, menjelang berakhirnya pertandingan yang berlangsung ketat. Kemenangan dramatis ini memberikan tiga poin penting bagi Persekat di awal kompetisi yang panjang dan menantang.
Pelatih Persekat Tegal, I Putu Gede, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah pertandingan tersebut. Ia mengaku bersyukur atas hasil di luar dugaan, namun juga merasakan kesedihan karena kemenangan diraih di kandang tim yang pernah ia latih, PSMS Medan.
Emosi Campur Aduk Sang Mantan Pelatih
I Putu Gede, yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan PSMS Medan, tidak dapat menyembunyikan perasaannya setelah pertandingan. Ia pernah menjabat sebagai pelatih PSMS dari April hingga Desember 2022, sehingga kemenangan di markas Ayam Kinantan ini membawa makna tersendiri baginya.
“Pertama, bersyukur ya bersyukur alhamdulillah. Hasil yang di luar dugaan. Saya kira faktor keberuntungan juga memengaruhi,” ujar Putu Gede dalam jumpa pers usai pertandingan. “Campur aduk lah. Ada sedih, ada senang. Menang di rumah saya juga.”
Pengakuan ini menunjukkan betapa profesionalisme seorang pelatih harus berhadapan dengan kenangan masa lalu. Meskipun kini membela panji Persekat Tegal, Putu Gede tetap menghormati tim yang pernah ia besut.
Strategi dan Mentalitas Kunci Kemenangan
Kemenangan Persekat Tegal tidak lepas dari upaya I Putu Gede dalam mendongkrak mentalitas dan kepercayaan diri para pemainnya. Ia menceritakan momen penting di ruang ganti saat jeda babak pertama, di mana timnya kerap kehilangan bola.
“Di ruang ganti pada babak pertama, karena kita terus kehilangan bola, saya mencoba membangkitkan kepercayaan diri mereka, di sisi kiri,” jelas Putu Gede. Ia menekankan pentingnya menjaga penguasaan bola dan mewaspadai serangan balik cepat dari PSMS Medan.
Putu Gede menambahkan bahwa ia meminta anak asuhnya untuk menerapkan strategi pressing sejak awal. “Sesuai (rencana permainan) karena dari awal juga kita bermain di sini, saya tadi sudah sampaikan kita harus mendahului, kita harus mendahului, karena kalau kita tidak mendahului kita akan terlepas. Dan di awal kami lakukan, pressing, karena PSMS siapa pun pemainnya, PSMS ya tetap PSMS. Orang yang datang ke sini pasti mengikuti gayanya,” tambahnya.
Langkah Selanjutnya Persekat Tegal
Dengan Kemenangan Persekat Tegal yang dramatis ini, tim asuhan I Putu Gede memulai musim baru Pegadaian Championship 2025/2026 dengan sangat baik. Tiga poin tandang menjadi modal berharga untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Setelah meraih kemenangan atas PSMS Medan, Persekat Tegal akan bersiap untuk laga berikutnya. Mereka dijadwalkan akan menghadapi Garudayaksa di Bekasi. Pertandingan ini akan berlangsung pada Sabtu, 20 September, dan menjadi tantangan selanjutnya bagi Laskar Ki Gede Sebayu untuk mempertahankan momentum positif.
Kemenangan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri skuad Persekat Tegal. Mereka akan berupaya keras untuk terus meraih hasil maksimal di setiap pertandingan demi mencapai target di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia ini.
Sumber: AntaraNews