Rudiana Cetak Brace, PSMS Medan Kalahkan Sriwijaya FC 3-1: Kebangkitan Ayam Kinantan di Kandang Sendiri?
PSMS Medan berhasil meraih kemenangan penting 3-1 atas Sriwijaya FC di kandang sendiri, Stadion Utama Sumut. Rudiana menjadi bintang dengan dua gol, membawa Ayam Kinantan bangkit di Pegadaian Championship 2025-2026.
PSMS Medan berhasil mendulang poin penuh tiga angka setelah mengalahkan tamunya Sriwijaya FC dengan skor akhir 3-1. Laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025-2026 ini digelar di Stadion Utama Sumatera Utara pada hari Sabtu, 4 Oktober, disaksikan oleh 2.049 penonton yang memadati stadion.
Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan bagi skuad Ayam Kinantan di hadapan pendukungnya sendiri, setelah sempat tertinggal di awal babak kedua. Gol-gol kemenangan PSMS Medan dicetak oleh Felipe Cadenazzi melalui tendangan penalti serta brace gemilang dari Rudiana.
Hasil positif ini membawa PSMS Medan mengamankan posisi penting dalam persaingan liga, meskipun pelatih Kas Hartadi mengingatkan timnya untuk tidak cepat puas. Sementara itu, Sriwijaya FC harus pulang dengan tangan hampa, dan pelatih Achmad Zulkifli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan.
Jalannya Pertandingan: Drama Gol dan Strategi Efektif
Pertandingan dimulai dengan tempo cukup tinggi, di mana kedua tim saling berupaya menguasai lini tengah. PSMS Medan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-21 melalui eksekusi tendangan penalti oleh Felipe Cadenazzi, setelah pemain belakang Sriwijaya FC melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Gol ini membawa tuan rumah unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-50. Gol balasan Laskar Wong Kito dicetak oleh Vieri Ariyanto yang sukses mengecoh kiper PSMS, Reki Rahayu. Skor berubah menjadi 1-1, memicu semangat kedua tim untuk mencari gol kemenangan.
Namun, PSMS Medan tidak tinggal diam. Pelatih Kas Hartadi melakukan perubahan strategi yang terbukti jitu. Hasilnya, Rudiana berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67 melalui sundulan kepala, memanfaatkan umpan matang dari Rival Listori. Tidak butuh waktu lama, Rudiana kembali menggandakan keunggulan PSMS pada menit ke-70, membuat kedudukan menjadi 3-1 untuk tuan rumah dan bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Evaluasi Pelatih: Kepuasan dan Permintaan Maaf
Pelatih PSMS Medan, Kas Hartadi, menyatakan kepuasannya atas penampilan anak asuhnya yang berjuang tanpa lelah demi kemenangan di kandang sendiri. "Terima kasih kepada pemain dan manajemen yang terus mendukung kami, namun kami tak boleh puas dengan hasil ini karena perjalanan masih panjang," ujarnya usai laga.
Hartadi juga mengakui bahwa timnya sempat bermain terlalu terburu-buru di babak pertama dan kurang menguasai lapangan tengah. "Di awal babak kedua, timnya juga sempat kedodoran hingga lawan akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Ia pun mengubah komposisi pemain dan strategi tersebut terbukti mampu membuat timnya menguasai jalannya laga dan dapat kembali mencetak dua gol di babak kedua," jelasnya. Ia menegaskan akan terus melakukan evaluasi demi perbaikan tim ke depan.
Di sisi lain, Pelatih Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan atas kekalahan timnya. "Selamat pada PSMS yang berhasil menang dari kami. Semoga PSMS semakin baik," katanya. Zulkifli mengakui bahwa laga berjalan menarik dengan saling jual serangan, namun ia menyoroti kelemahan barisan pertahanan timnya di babak kedua.
"Di babak kedua sebenarnya kita bisa mengimbangi mereka, terbukti kita bisa menyamakan kedudukan. Tapi selanjutnya, kita malah lebih banyak ditekan hingga kami kembali kebobolan dua gol di babak kedua," pungkas Zulkifli, mengakui kesalahan yang berujung pada kekalahan timnya.
Sumber: AntaraNews