Fakta Unik Jokowi Sering ke Karo, Gibran Janji Lebih Sering Lakukan Kunjungan Sumut
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan niatnya untuk lebih sering melakukan Gibran Kunjungan Sumut, khususnya ke Karo dan Deli Serdang, terinspirasi rekam jejak Jokowi.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmennya untuk lebih sering melakukan kunjungan ke Sumatera Utara. Khususnya wilayah Kabupaten Karo dan Deli Serdang, menjadi fokus perhatiannya. Pernyataan ini disampaikan Gibran saat menghadiri Musyawarah Pelayanan (Mupel) Mamre Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).
Niat Gibran untuk meningkatkan frekuensi kunjungan ke provinsi tersebut muncul. Hal ini setelah mengetahui bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memiliki rekam jejak sering berkunjung ke daerah itu. Gibran merespons sambutan dari Pendeta Krismas Imanta Barus. Pendeta Krismas menyoroti kehadiran Jokowi di Karo, bahkan pasca erupsi Gunung Sinabung.
Kehadiran Gibran di tengah ribuan jemaat GBKP ini menjadi sorotan utama. Ini menandakan perhatian pemerintah terhadap wilayah dan komunitas di Sumatera Utara. Ia mengaku langsung menyanggupi undangan Mupel Mamre. Gibran juga segera mengagendakannya setelah mengetahui skala dan pentingnya acara lima tahunan tersebut.
Terinspirasi Jejak Presiden Jokowi di Sumut
Keputusan Gibran untuk lebih sering melakukan Gibran Kunjungan Sumut tidak lepas dari pengakuan Pendeta Krismas Imanta Barus. Dalam sambutannya, Pendeta Krismas mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi adalah satu-satunya presiden yang paling sering datang ke Karo. Ia bahkan telah bertemu enam kali dengannya.
Salah satu pertemuan penting yang disebutkan adalah setelah erupsi Gunung Sinabung. Ini menunjukkan kepedulian tinggi Jokowi terhadap masyarakat Karo. Hal ini menjadi inspirasi bagi Gibran untuk mengikuti jejak sang ayah. Ia ingin mendekatkan diri dengan masyarakat Sumatera Utara.
Gibran pun menegaskan bahwa jika sang ayah sering berkunjung, maka ia pun akan berusaha untuk lebih sering hadir di sana. Ia menyatakan kesediaannya untuk datang kembali jika diundang. Ini menunjukkan respons positif terhadap antusiasme warga.
Antusiasme yang tinggi dari masyarakat Batak setiap kali Gibran berkunjung juga menjadi faktor pendorong. Ia merasakan sambutan hangat dan semangat dari tokoh adat. Ini membuatnya merasa lelah perjalanan jauh terbayar lunas.
Antusiasme Warga dan Pentingnya Mupel Mamre GBKP
Gibran mengungkapkan bahwa setiap kali ia menghadiri acara yang melibatkan warga dan masyarakat Batak, suasana selalu meriah dan penuh semangat. Ia bahkan menyebutkan bahwa meskipun perjalanan dari Jakarta memakan waktu 2,5 jam terbang dan hampir dua jam perjalanan darat. Rasa lelahnya hilang saat bertemu dengan masyarakat.
Kunjungan Gibran kali ini adalah untuk menghadiri Musyawarah Pelayanan (Mupel) Mamre GBKP. Ini merupakan sebuah agenda besar yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Undangan untuk acara ini telah diterima Gibran dua hingga tiga minggu sebelumnya. Ia langsung mengagendakannya setelah mengetahui skala acara tersebut.
Mamre sendiri merupakan lembaga persekutuan Kaum Bapa di lingkungan GBKP. Anggotanya tersebar luas di 856 Runggun (Majelis Gereja) dan lebih dari satu juta jemaat di 30 provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan jangkauan dan pengaruh besar dari komunitas tersebut.
Mupel Mamre memiliki agenda utama yang krusial. Ini meliputi evaluasi program-program sebelumnya, perumusan rencana strategis untuk lima tahun ke depan. Selain itu, juga melakukan periodisasi kepengurusan. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan pelayanan bagi umat.
Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai Musyawarah Pelayanan Mamre GBKP:
- Diselenggarakan setiap lima tahun sekali.
- Agenda utama meliputi evaluasi program, perumusan rencana lima tahun ke depan, dan periodisasi kepengurusan.
- Tujuan utamanya adalah peningkatan pelayanan bagi umat.
- Kegiatan tahun ini dihadiri sekitar lima ribu peserta, terdiri dari pengurus Mamre se-Indonesia, jemaat, dan masyarakat sekitar.
Sumber: AntaraNews