Fakta Menarik: 182 Ribu Nelayan di Sumut, Gubernur Bobby Dorong Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Gubernur Sumut Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Sumut, terutama dalam mengatasi persoalan perizinan dan potensi kelautan yang besar.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution secara tegas menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi guna meningkatkan kesejahteraan nelayan di provinsi setempat. Penekanan ini disampaikan Bobby usai menerima Direktur Usaha Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ukon Ahmad Furqon, bersama Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Optimalisasi Penerimaan Negara Bareskrim Polri di Kantor Gubernur Sumut pada Senin.
Kerja sama lintas sektor menjadi langkah strategis yang diyakini mampu menyelesaikan berbagai persoalan krusial yang selama ini dihadapi oleh para nelayan. Bobby menggarisbawahi bahwa dengan sinergi yang kuat, hambatan-hambatan yang menghambat kemajuan sektor perikanan dapat diatasi secara lebih efektif dan efisien.
Salah satu permasalahan utama yang kerap dihadapi oleh para nelayan di wilayah Sumut adalah persoalan perizinan yang kompleks dan berbelit. Gubernur menegaskan bahwa perizinan merupakan hal fundamental agar nelayan bisa menjalankan aktivitasnya dengan aman, nyaman, dan legal tanpa kekhawatiran.
Tantangan Perizinan dan Potensi Kelautan Sumatera Utara
Bobby Nasution menjelaskan bahwa untuk mencapai kesejahteraan nelayan, perlu dipastikan bagaimana mereka mendapatkan hasil tangkapan yang lebih baik, serta merasa aman dan nyaman dalam bekerja. Persoalan perizinan seringkali menjadi ganjalan utama yang menghambat produktivitas dan kepastian hukum bagi para nelayan di lapangan.
Gubernur juga mengajak KKP untuk memperkuat kerja sama atas kewenangan dan kebijakan sebagai wujud kolaborasi nyata dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya nelayan di Sumut. Sumut sendiri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, didukung oleh jumlah masyarakat yang bekerja sebagai nelayan cukup tinggi.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut pada tahun 2023 mencatat bahwa jumlah nelayan di Sumatera Utara mencapai 182.484 jiwa, yang terdiri atas 171.814 jiwa nelayan tangkap di laut dan 10.670 jiwa nelayan tangkap perairan umum. Selain itu, terdapat 58.960 jiwa pembudidaya ikan di Sumut dengan total produksi ikan tercatat 605.827 ton per tahun.
Adapun jumlah kapal perikanan yang beroperasi di wilayah Sumut meliputi 32.814 unit kapal motor 0-5 Gross Tonnage (GT), 13.282 unit kapal motor 5-30 GT, 374 unit kapal motor 30-300 GT, 8.587 unit motor tempel, dan 5.927 unit perahu tanpa motor. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Sumut adalah salah satu provinsi dengan hasil laut yang signifikan dan menjadi pendorong ekonomi daerah.
Komitmen Kolaborasi dari Pemerintah Pusat
Direktur Usaha Penangkapan Ikan KKP, Ukon Ahmad Furqon, menyambut baik ajakan kolaborasi dari Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Pihaknya menyatakan komitmen penuh untuk menindaklanjuti usulan kerja sama ini demi kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Utara.
Ukon menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik di wilayah Sumut. Program-program ini dirancang untuk mendukung ekosistem perikanan yang lebih baik dan meningkatkan taraf hidup para nelayan.
Salah satu inisiatif penting yang sedang berjalan adalah pengembangan Pelabuhan Perikanan Belawan di Medan, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi logistik perikanan. Selain itu, KKP juga tengah membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Sumut, sebuah program yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas nelayan secara holistik.
Sumber: AntaraNews