Dukung Becak Listrik Bantuan Presiden, Pemkab Tulungagung Siapkan SPKLU di Lokasi Strategis
Pemerintah Kabupaten Tulungagung serius mendukung operasional becak listrik bantuan Presiden dengan menyiapkan pembangunan SPKLU Becak Listrik Tulungagung di titik strategis. Bagaimana kesiapan Pemkab?
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto. Untuk memastikan keberlanjutan operasionalnya, Pemkab Tulungagung tengah menyiapkan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai lokasi strategis. Langkah ini diambil guna meringankan beban para pengemudi becak terkait kebutuhan pengisian daya dan perawatan kendaraan listrik mereka.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya keras agar program becak listrik tidak membebani para penerima bantuan. Jaminan ini mencakup perawatan rutin, servis berkala, hingga penggantian aki apabila terjadi kerusakan dalam masa garansi. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik ramah lingkungan di sektor transportasi publik lokal.
Koordinasi intensif telah dilakukan antara Dinas Perhubungan Tulungagung dengan PLN setempat untuk merealisasikan pembangunan SPKLU ini. Pemetaan lokasi dan survei lapangan menjadi tahapan krusial untuk menentukan titik-titik SPKLU yang mudah diakses oleh pengemudi. Hal ini bertujuan agar fasilitas pengisian daya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengemudi becak listrik di Kabupaten Tulungagung.
Komitmen Pemkab Tulungagung untuk Becak Listrik
Pemerintah Kabupaten Tulungagung secara tegas menyatakan komitmennya untuk memastikan operasional becak listrik bantuan Presiden tidak menjadi beban bagi para pengemudi. Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa seluruh aspek pendukung, mulai dari perawatan rutin hingga penggantian komponen vital, akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk menyukseskan program elektrifikasi transportasi.
Salah satu jaminan penting yang diberikan adalah terkait aki becak listrik yang memiliki masa garansi selama enam bulan. Apabila terjadi kerusakan pada aki dalam periode tersebut, penggantian akan diberikan secara gratis kepada penerima bantuan. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan mengurangi kekhawatiran pengemudi terhadap biaya tak terduga yang mungkin timbul.
Selain dukungan perawatan, pembangunan SPKLU juga menjadi prioritas utama. Fasilitas ini krusial untuk memastikan pengemudi becak listrik tidak mengalami kesulitan dalam mengisi daya kendaraan mereka. Ketersediaan SPKLU yang memadai akan mendukung mobilitas dan produktivitas para pengemudi becak listrik di seluruh wilayah Tulungagung.
Strategi Pembangunan SPKLU Becak Listrik Tulungagung
Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung telah mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi bersama PLN setempat terkait penyediaan SPKLU. Kepala Dishub Tulungagung, Iswahyudi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada PLN sebagai langkah awal. Kolaborasi ini penting untuk memastikan infrastruktur kelistrikan yang memadai tersedia untuk mendukung SPKLU Becak Listrik Tulungagung.
Setelah surat permohonan dikirimkan, Dishub bersama PLN akan melakukan survei lokasi secara menyeluruh untuk menentukan titik pembangunan SPKLU. Survei ini dirancang untuk memastikan bahwa lokasi yang dipilih mudah dijangkau oleh pengemudi becak listrik. Penentuan titik pembangunan akan disesuaikan dengan lokasi mangkal becak yang selama ini menjadi pusat aktivitas mereka.
Beberapa lokasi strategis yang telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi sebagai titik SPKLU antara lain Stasiun Tulungagung dan Terminal Tipe A Gayatri. Kedua lokasi ini dianggap ideal karena merupakan pusat keramaian dan aktivitas pengemudi becak. Jumlah SPKLU yang akan dibangun nantinya akan disesuaikan dengan hasil survei dan kebutuhan aktual di lapangan, guna memastikan efisiensi dan cakupan layanan yang optimal.
Sumber: AntaraNews