Dinkes Papua Barat Gencarkan Cek Kesehatan Gratis di Ruang Publik, Targetkan Peningkatan Partisipasi
Dinas Kesehatan Papua Barat masifkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di berbagai ruang publik dan kegiatan sosial, berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat yang masih rendah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat secara gencar melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan memanfaatkan berbagai ruang publik dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut. Upaya masif ini dilakukan mengingat rendahnya partisipasi warga dalam program kesehatan esensial ini.
Kepala Dinkes Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengungkapkan bahwa dari lebih 500 ribu penduduk Papua Barat, baru sekitar 40 ribu orang yang telah memanfaatkan layanan CKG. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Manokwari, di mana hanya sekitar 10 ribu dari 200 ribu penduduk yang berpartisipasi dalam program ini. Angka tersebut menunjukkan perlunya strategi sosialisasi yang lebih efektif dan mampu menjangkau langsung masyarakat luas.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dinkes Papua Barat merangkai layanan CKG dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di ruang-ruang publik. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan CKG bersamaan dengan kegiatan donor darah saat peringatan Isra Miraj di Masjid Ridwanul Bahri, Manokwari. Pendekatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak warga untuk memeriksakan kesehatan mereka secara berkala.
Mengubah Pola Pikir dan Meningkatkan Akses Cek Kesehatan Gratis
Program Cek Kesehatan Gratis tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan rutin, melainkan juga merupakan bagian integral dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen pemerintah serta partisipasi aktif dari masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencapai target kesehatan yang optimal di Papua Barat.
Dinkes Papua Barat terus menjalin kerja sama dengan berbagai tempat ibadah dan simpul massa lainnya guna memastikan pelaksanaan CKG dapat menjangkau lebih banyak individu. Pemanfaatan ruang publik menjadi strategi efektif untuk meningkatkan sosialisasi program. Tujuannya adalah mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya memeriksakan kesehatan saat sakit, tetapi juga secara proaktif ketika masih sehat.
Pergeseran paradigma ini sangat krusial untuk deteksi dini penyakit dan pencegahan masalah kesehatan yang lebih serius. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan preventif sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas hidup mereka. Upaya ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit.
Perluasan Cakupan CKG dan Sinergi Lintas Sektor
Awalnya, program CKG dirancang untuk dimanfaatkan masyarakat pada momen hari ulang tahun mereka sebagai bentuk pemeriksaan rutin. Namun, sejak Agustus 2025, cakupan layanan ini telah diperluas secara signifikan. Kini, CKG juga menyasar anak sekolah, kelompok usia rentan, balita, serta lanjut usia, memastikan bahwa semua segmen masyarakat memiliki akses terhadap pemeriksaan kesehatan dasar.
Peningkatan cakupan CKG ini membutuhkan peran aktif dari dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Meskipun demikian, Kepala Dinkes Alwan Rimosan menegaskan bahwa upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi menjadi esensial untuk memastikan sosialisasi dan pelaksanaan CKG berjalan optimal di seluruh wilayah.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dini akan terus meningkat. Peningkatan kesadaran ini pada akhirnya akan berdampak positif pada perbaikan derajat kesehatan masyarakat Papua Barat secara keseluruhan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai organisasi menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Sumber: AntaraNews