Dinkes Mabar Temukan 487 Kasus TBC Hingga Oktober 2025, Lansia Paling Rentan
Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat 487 kasus TBC hingga Oktober 2025, dengan lansia menjadi kelompok paling rentan. Simak upaya penanganan Kasus TBC Manggarai Barat ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat penemuan ratusan kasus tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Sebanyak 487 kasus TBC terdeteksi selama periode Januari hingga Oktober 2025 di berbagai fasilitas kesehatan yang tersebar.
Angka ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Dinkes Mabar dalam upaya deteksi dini dan penanggulangan penyakit menular tersebut. Penemuan kasus TBC ini merupakan bagian dari target yang telah diproyeksikan oleh pemerintah daerah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menjelaskan bahwa penanganan kasus TBC berjalan lancar berkat kolaborasi erat. Dukungan tenaga medis dan fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam proses penemuan dan pengobatan ini.
Tren Penemuan Kasus TBC dan Kelompok Paling Rentan di Mabar
Hingga Oktober 2025, Dinkes Manggarai Barat telah berhasil menemukan 487 kasus TBC, mencapai 55,45 persen dari target 878 kasus yang diproyeksikan. Angka ini mencerminkan dedikasi kuat dalam upaya deteksi dini dan penanggulangan penyakit di wilayah tersebut.
Adrianus Ojo mengungkapkan, "Kami telah memproyeksikan penemuan kasus dan hingga Oktober 2025, kami telah menemukan 487 kasus atau 55,45 persen dari target 878 kasus dan ini menunjukkan komitmen kami yang berkelanjutan." Data menunjukkan bahwa kelompok usia di atas 65 tahun atau lansia merupakan yang paling rentan.
Sebanyak 49 kasus TBC atau 15,12 persen dari total kasus pada 2025 ditemukan pada lansia, menunjukkan perlunya perhatian khusus pada kelompok ini. Penemuan kasus TBC di Manggarai Barat terus menjadi prioritas utama demi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Sebagai perbandingan, pada periode Januari-Oktober 2024, Dinkes Mabar telah menemukan dan menangani 537 kasus TBC. Angka tersebut mencapai 61 persen dari target nasional sebanyak 880 kasus untuk tahun 2024.
Sebaran Geografis Kasus TBC dan Strategi Penanganan Efektif
Secara geografis, Puskesmas Labuan Bajo menjadi wilayah dengan penemuan kasus TBC tertinggi di Manggarai Barat. Pada tahun 2024, tercatat 259 kasus, dan pada 2025 sebanyak 78 kasus, menunjukkan konsentrasi kasus di area tersebut.
Sementara itu, kasus terendah pada 2024 ditemukan di Puskesmas Compang dengan dua kasus, dan pada 2025 di Puskesmas Komodo juga dengan dua kasus. Perbedaan sebaran ini menjadi dasar evaluasi program penanggulangan TBC di setiap wilayah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat terus berupaya menggenjot penemuan dan penanganan kasus TBC demi mencapai target eliminasi. Setiap kasus yang teridentifikasi langsung diberikan pengobatan dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) tanpa kendala berarti.
Adrianus Ojo menekankan, "Kunci dari kelancaran penanganan ini adalah kolaborasi dan integrasi yang solid dari tim TBC di fasilitas kesehatan dan dukungan tenaga dokter spesialis di rumah sakit sangat membantu dalam proses penemuan, pemeriksaan, dan pengobatan kasus TBC dari hulu ke hilir." Sinergi ini memastikan penanganan yang komprehensif dan efektif.
Sumber: AntaraNews