Dinkes Lampung Selatan Intensifkan Pemeriksaan Puluhan Ribu Terduga TBC Sepanjang 2025

Dinas Kesehatan Lampung Selatan gencar periksa puluhan ribu terduga TBC sepanjang 2025, temukan ribuan pasien yang butuh pengobatan intensif. Bagaimana upaya mereka menekan kasus TBC di wilayah tersebut?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Lampung Selatan Intensifkan Pemeriksaan Puluhan Ribu Terduga TBC Sepanjang 2025
Dinas Kesehatan Lampung Selatan gencar melakukan Pemeriksaan TBC Lampung Selatan sepanjang tahun 2025, menargetkan puluhan ribu terduga TBC. Bagaimana hasil dari upaya ini dan langkah selanjutnya untuk menekan penyebaran TBC? (AntaraNews)

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, telah mencatat pemeriksaan terhadap puluhan ribu orang yang diduga menderita tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif untuk mengendalikan penyebaran penyakit menular tersebut di masyarakat. Pelaksana Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Anisa, menjelaskan bahwa orang terduga TBC adalah pasien yang menunjukkan gejala ke arah TBC, sehingga deteksi dini sangat krusial.

Pemeriksaan intensif ini dilakukan guna mengontrol serta mendata peredaran penyakit TBC di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kasus dapat ditangani secepat mungkin, mencegah penularan lebih lanjut, dan memberikan pengobatan yang sesuai standar. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakatnya dari ancaman TBC.

Pada tahun 2025, target pemeriksaan terduga TBC di Lampung Selatan mencapai 16.048 orang, dengan capaian 100 persen dari target tersebut. Setiap individu yang teridentifikasi sebagai terduga TBC telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar yang berlaku. Dari total puluhan ribu yang diperiksa, sebanyak 2.577 pasien kemudian mendapatkan pengobatan secara intensif.

Dinas Kesehatan Lampung Selatan menargetkan pemeriksaan 16.048 terduga TBC pada tahun 2025, sebuah angka yang berhasil dicapai sepenuhnya. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas program skrining yang dijalankan oleh Dinkes Lamsel. Identifikasi dini terhadap individu yang menunjukkan gejala TBC sangat penting untuk memutus rantai penularan di komunitas.

Dari ribuan terduga yang diperiksa, 2.577 pasien didiagnosis positif dan langsung menerima pengobatan intensif. Proses pengobatan yang cepat dan tepat merupakan kunci untuk meningkatkan angka kesembuhan serta mencegah komplikasi serius. Data ini juga menjadi dasar penting bagi Dinkes Lamsel untuk memetakan sebaran TBC dan merancang strategi intervensi yang lebih fokus.

Pemeriksaan ini tidak hanya bertujuan untuk pengobatan, tetapi juga untuk mengumpulkan data akurat mengenai prevalensi TBC di Lampung Selatan. Informasi ini krusial untuk evaluasi program dan perencanaan kebijakan kesehatan di masa mendatang. Dengan data yang lengkap, pemerintah daerah dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien untuk penanggulangan TBC.

Untuk menekan kasus TBC, Dinkes Lampung Selatan secara berkelanjutan berupaya mencari dan menemukan warga yang terinfeksi. Kegiatan ini didukung dengan pengawasan dan supervisi layanan yang ketat, termasuk pencatatan serta pelaporan kasus secara rutin. Sosialisasi pedoman penanganan TBC juga diberikan kepada semua staf unit pelayanan TBC, baik dari aspek manajemen maupun klinis.

Berbagai metode telah diimplementasikan, mulai dari edukasi masyarakat hingga pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Integrasi kegiatan penemuan kasus TBC juga dilakukan pada pasien dengan kondisi rentan lainnya, seperti penderita Diabetes Mellitus (DM), HIV, dan Kusta. Selain itu, Dinkes Lamsel turut melakukan penemuan SPM terduga TBC dalam jejaring internal serta meningkatkan kapasitas petugas untuk pelaksanaan mantoux test.

Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif memeriksakan kesehatan mereka agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti TBC. Dinkes Lampung Selatan juga aktif menggelar sosialisasi dan edukasi peningkatan pengetahuan TBC di sekolah-sekolah. Pertemuan jejaring internal dalam penemuan terduga TBC anak dan skrining TBC di tempat-tempat berisiko tinggi turut menjadi fokus.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi