Dihadiri Bintang Timnas Rizky Ridho yang 47 Kali Bela Indonesia, School Premier League 3 Resmi Digelar Meriah
School Premier League (SPL) Season 3 resmi dibuka dengan kehadiran Rizky Ridho, pemain timnas yang mendorong bibit muda sepak bola profesional. Siapa saja yang ikut?
Turnamen sepak bola usia dini School Premier League (SPL) Season 3 resmi dibuka pada Minggu, 26 Oktober, di Pendekar Goozone Mini Soccer, Cibis Park, Jakarta. Acara pembukaan ini dihadiri oleh 29 tim dari berbagai sekolah internasional di Jabodetabek. Kehadiran bintang timnas Indonesia dan kapten Persija, Rizky Ridho, menambah semarak perhelatan ini.
Rizky Ridho menyatakan kegembiraannya atas terselenggaranya turnamen ini, yang mengingatkannya pada masa kecil saat merintis karier di Surabaya. Ia berharap ajang ini dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk menjadi pemain sepak bola profesional. "Semoga bisa menjadi awal mula mereka bisa menjadi main sepak bola profesional dan sekarang mereka berkompetisi secara resmi dan kayak merasakan atmosfer yang ada di lapangan seperti main sepak bola profesional," ujar Rizky.
School Premier League (SPL) Season 3 akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 25 Oktober hingga 29 November 2023. Turnamen ini membagi kompetisi ke dalam tiga kategori usia, yaitu U-9, U-11, dan U-14. Setiap kategori akan menjalani fase liga yang ketat sebelum ditutup dengan Super Cup untuk menentukan juara utama.
Pembukaan Meriah dan Dukungan Bintang Lapangan
Upacara pembukaan School Premier League Season 3 berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting. Selain Rizky Ridho, acara ini juga dihadiri oleh CEO Goozone Fildzan dan Director SPL Aji. Pelatih Rudy Eka Priyambada, yang menjabat sebagai Chairman SPL, turut hadir melalui video karena kesibukannya bersama klub Arab Saudi, Al Nassr Putri.
Rizky Ridho, pemain berusia 23 tahun yang telah 47 kali membela timnas Indonesia, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap turnamen ini. Ia menekankan pentingnya kompetisi usia dini untuk membentuk mental dan pengalaman pemain. Kehadiran sosok inspiratif seperti Rizky Ridho diharapkan dapat memotivasi para peserta School Premier League.
Pemain belakang Persija Jakarta itu juga mengungkapkan harapannya agar turnamen ini dapat terus berlanjut secara konsisten. "Sangat senang melihat kayak gini. Semoga berkelanjutan secara terus menerus," kata Rizky. Dukungan dari pemain profesional seperti dirinya menjadi dorongan besar bagi perkembangan sepak bola di tingkat akar rumput.
Format Turnamen dan Harapan Masa Depan Sepak Bola
School Premier League Season 3 mengadopsi format 6 lawan 6 (6vs6), sesuai dengan standar World Minifootball Federation (WMF). Format ini dipilih untuk memberikan pengalaman bermain yang dinamis dan melatih kerja sama tim. Setiap tim akan bersaing dalam fase liga untuk mengumpulkan poin sebelum melaju ke babak Super Cup.
Kategori usia yang dipertandingkan, yaitu U-9, U-11, dan U-14, memastikan bahwa kompetisi ini relevan dengan tahap perkembangan pemain. Hal ini memungkinkan setiap peserta untuk berkompetisi dengan lawan sebaya, sehingga pengalaman bermain menjadi lebih adil dan menantang. Penyelenggara SPL berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kompetisi yang positif.
CEO Goozone, Fildzan, menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan School Premier League. "Dengan potensi dukungan berkelanjutan dari sosok seperti Rizky Ridho, kami optimis SPL Season 4 akan membawa dampak yang lebih besar bagi ekosistem sepak bola nasional," ujar Fildzan. Harapan ini didukung oleh janji Rizky Ridho untuk berkontribusi lebih lanjut di SPL Season 4.
Rizky Ridho bahkan memberikan sedikit bocoran mengenai keterlibatannya di musim berikutnya. "Insyaallah nanti di SPL 4 saya akan berkontribusi dan untuk jadi apanya tungguin aja dan saksikan," katanya. Keterlibatan aktif dari figur sepak bola nasional diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan turnamen School Premier League di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews