Diguyur Hujan, Kemacetan Jakarta Diperparah Proyek Galian
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan kawasan Semanggi dilaporkan mengalami kepadatan.
Hujan mengguyur Kota Jakarta dan sekitarnya sedari pagi, Selasa (19/8). Praktis, kemacetan sejumlah ruas jalan tak terelakan. Hal itu diperparah oleh banyaknya pengerjaan galian proyek.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan kawasan Semanggi dilaporkan mengalami kepadatan.
"Jakarta diguyur hujan sejak pagi, beberapa simpul terjadi kepadatan karna perlambatan," kata Komarudin kepada wartawan.
Kemacetan paling terasa di arah barat crossing di atas Jalan Semanggi menuju RS Siloam, serta dari arah selatan yang keluar Benhil. Kondisi makin parah karena masih ada galian proyek di sejumlah titik.
"Beberapa titik juga masih ada pekerjaan galian. Peningkatan volume dan hujan menjadi perlambatan," tandas dia
Tol Dalam Kota Padat
Dampak hujan tersebut, terpantau sejumlah ruas jalan mengalami volume kepadatan. Akun resmi sosial media dari TMC Polda Metro Jaya melaporkan, pada pukul 07.42 Wib situasi arus lalu lintas di ruas tol dalam kota KM 00+700 (Cawang) arah Pancoran terpantau padat.
Sedangkan sebaliknya yang mengarah ke Cikampek dan Jagorawi terpantaj ramai lancar.
Selanjutnya, pada pukul 07.15 Wib, situasi arus lalu lintas di traffic light PGC cililitan Jakarta timur arah jalan Dewi-Sartika maupun arah jalan raya Bogor terpantau ramai lancar.
Kemudian, pada pukul 07.06 Wib Situasi arus lalu lintas di traffic light Salemba Jakarta pusat arah jalan Kramat raya maupun arah Matraman terpantau ramai lancar.
Sebagai informasi, saat ini BPBD Jakarta masih memantau daerah mana saja yang terdapat genangan. Ada pun pintu air pada update pukul 06.00 Wib seperti di Katulampa, Manggarai, Karet, Angke Hulu, Waduk Pluit, Sunter hingga Pulogadung ketinggian air masih di level normal.
Proyek Galian Disorot Gubernur Pramono
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti sejumlah galian proyek di pinggiran jalan raya. Hal itu disampaikan Pramono usai meninjau sistem pengendalian lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence alias AI) di kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Sering kali terjadi kemacetan karena kerjaan-kerjaan lapangan. Seperti kemarin kami secara khusus mengadakan rapat. Pekerjaan di sumber daya air, Kementerian PUPR, penggalian kabel dan sebagainya, ini yang mengganggu," kata Pramono.