Di Tengah Banjir Selutut, Sandi Tetap Ijab Kabul dengan Salma
Meski kondisi banjir tak membuat niat Sandi Yulianto Arya Putra surut untuk mengadakan ijab kabul di rumah Salma di Semarang.
Ayunan langkah kaki di tengah banjir, membuat air menghampiri setiap gerak warga yang beraktivitas di lingkungan sekitar.
Meski kondisi banjir tak membuat niat Sandi Yulianto Arya Putra surut untuk mengadakan ijab kabul di rumah Salma di Jalan Sawah Besar Kelurahan Sawah Besar Gayamsari, Kota Semarang.
Menurut Sandi pernikahannya tetap dilaksanakan meski lingkungan dalam keadaan banjir. Awalnya tidak menyangka kalau akan ada banjir seperti ini, karena sudah persiapan lantas dilanjutkan dengan ijab kabul.
"Saya sudah ngasih tahu kesana kemari terus akhirnya ijabnya dulu yang sakral biar lancar. Makanan prasmanan juga sudah dimasak semua. Terus banyak tamu sudah datang ya kondisinya seadanya banjirnya selutut," kata Sandi, Senin (3/11).
Persiapan Matang
Sebenarnya berbagai kebutuhan dekorasi pernikahan telah disiapkan matang. Mulai berniat membuat panggung, menata meja kursi sampai membuat pade-padean.
Segala persiapan itu urung terlaksana karena hujan deras disertai banjir melanda Kampung Sawah Besar. Namun yang terpasang hanya tendanya saja.
"Malam sebelum nikah itu air sudah tinggi selutut orang dewasa, dekor sama paketan sudah datang semuanya tapi tidak berani masang semuanya," ungkapnya.
Pihak keluarga tak bisa berbuat banyak saat banjir melanda karena tanggal pernikahan sudah ditentukan jauh-jauh hari. Hal itu membuat perasaan sedih dan segala musibah selalu ada hikmah.
"Ada sedihnya ada senangnya juga, Gak semua bisa mengalami waktu banjir kayak gini pas nikahan," jelasnya.
Prosesi Pernikahan Lancar
Anggota DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo yang menyempatkan diri datang ke nikahan Sandi dan Salma mengaku lega prosesi pernikahan dapat dilangsungkan walau Kampung Sawah Besar dilanda banjir.
Rahmulyo datang usai pesta pernikahan bersama rombongannya yang membawa kado bingkisan. Ia datang sebagai bentuk perhatian sekaligus kepengin mengurangi rasa kesedihan kedua mempelai.
Bahkan, ke dua mempelai secara khusus diberi voucher menginap di salah satu hotel di Semarang. Ia juga memberi bantuan sembako serta uang tunai.
"Ini sebagai bentuk perhatian saya buat mempelai yang menikah pas banjir. Tetapi ini bagian terkecil upaya untuk menyenangkan dan membahagiakan warga," tutupnya.