Detik-Detik Nasabah Bunuh Sadis Pegawai Koperasi di Lampung, Korban Dijerat Benang Pancing dan Dibuang ke Sungai
Pembunuhan itu terjadi saat korban menagih utang kepada tersangka.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung mengungkapkan aksi sadis tersangka Salam Prayitno (46) saat membunuh Pandra Apriliadi (21) pegawai Koperasi yang hilang saat menagih uang di Beranti Raya, Beranti, Natar, Lampung Selatan.
Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan mengatakan, kronologi pembunuhan itu berawal ketika korban Pandra mendatangi kediaman tersangka Salam seorang diri pada Minggu (27/7) sekira pukul 18.30 WIB. Kedatangan Pandra untuk menagih uang Rp125 ribu sebagai angsuran utang disepakati dibayar setiap minggu.
"Korban lalu menagih utang ke tersangka, namun saat itu ia sedang tak memegang uang dan meminta untuk dapat dibayarkan hari itu juga. S pun berusaha mencari pinjamanan ke tetangga namun tak membuahkan hasil," kata Indra, Jumat (1/8).
Tersangka Sakit Hati dengan Korban
Karena tak membuahkan hasil, Salam lantas kembali ke rumah dan mengatakan kepada Pandra tak mendapatkan pinjaman. Namun pengakuan tersangka membuat korban kesal dan mengucapkan kata-kata tak pantas sehingga tersangka merasa sakit hati.
"Pelaku pun akhirnya keluar dan pura-pura untuk mencari uang kembali ke tetangganya dan disitulah ia meminjam sembilah golok dan memang sudah dipersiapkan," jelas Indra.
Setelah meminjam sembilah golok, Salam kembali ke rumah dan mengajak korban berpura-pura untuk meminjam uang kembali ke saudaranya dengan menggunakan sepeda motor milik korban.
"Sebelum pergi S mengambil benang pancing dari dapur rumahnya dan mamasukannya ke dalam saku celana miliknya. Kemudian keduanya pergi dengan pelaku dibonceng di belakang korban," ucap Indra.
Mayat Korban Dibuang ke Sungai
Saat itu, Indra melanjutkan, Salam mengatakan kepada Pandra untuk berjalan ke arah proyek kebon singkong dan di dalam perjalanan pelaku menyiapkan benang senar dari kantong sakunya. Lalu di perjalanan pelaku langsung menjerat korban dari belakang mengunakan benang senar tersebut hingga motor terjatuh.
"Saat terjatuh pelaku langsung mencabut golok yang dibawa lalu menggorok leher korban dari arah belakang. Melihat korban sudah tak sadarkan diri, pelaku pun mengambil barang-barang korban dan dimasukkan k edalam jok motor," tutur Indra.
Saat membuka jok, tersangka menemukan jas hujan lalu diambil dan dililitkan untuk menutupi kepala hingga badan korban agar darah tidak berceceran. Setelah melilit tubuh korban dengan jas hujan, pelaku bergegas pergi menggunakan motor korban ke sungai yang berjarak sekira 100 meter dari lokasi pembunuhan.
"Saat di sungai korban dijatuhkan ke dalam sungai namun nyangkut hingga pelaku dorong kembali hingga berhasil tenggelam. Lalu pelaku naik motor korban dan mulai mencari orang untuk membeli motor tersebut," jelas Indra.
Tersangka Menyerahkan Diri
Indra mengungkapkan motor milik korban berhasil dijual tersangka Rp4,1 juta. Uang tersebut kemudian digunakan tersangka untuk kabur ke Jakarta.
"Dan pelaku pergi ke Tanggamus untuk berziarah dan menjual dua handphone milik korban di sana dan setelah dua hari pelaku ini memiliki niat untuk menyerahkan diri. Barulah pelaku menyerankan diri Kamis (31/7) pukul 14.00 di Polsek Natar," tandas Indra.