Cerita Rano Karno Umrah di Tengah Serangan AS–Israel ke Iran
Rano menjelaskan, gangguan penerbangan terutama terjadi pada rute yang transit di kawasan Teluk, seperti melalui Qatar dan Uni Emirat Arab.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membagikan pengalamannya menjalani ibadah umrah di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berdampak pada penerbangan internasional.
Rano berangkat menunaikan ibadah umrah pada 24 Februari 2026, sebelum konflik tersebut memanas. Ia kemudian kembali ke Indonesia pada Rabu (4/3/2026) malam menggunakan penerbangan langsung.
“Alhamdulillah teman-teman sekalian, perlu juga diklarifikasi Insyaallah untuk jamaah haji atau jamaah umrah yang menggunakan pesawat secara direct tidak terganggu,” kata Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah maupun sebaliknya masih tetap beroperasi. Beberapa maskapai yang melayani rute tersebut antara lain Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia.
“Kalau untuk yang direct di Jakarta ada tiga pesawat. Pertama Saudi yang direct, kemudian Lion Air yang direct dan terakhir Garuda,” kata dia.
Ribuan Jemaah Tertahan Akibat Rute Transit
Akibat penutupan sejumlah jalur udara tersebut, puluhan ribu jemaah umrah Indonesia yang menggunakan rute transit sementara tertahan dan belum dapat kembali ke Tanah Air.
“Yang transit melalui Qatar, melalui Abu Dhabi semuanya berhenti. Ini yang membuat kemarin mungkin lebih dari 38.000 jamaah kita yang tidak bisa kembali dan harus menunggu,” ungkap Rano.
Ia juga menceritakan bahwa kondisi tersebut memaksa sebagian jemaah dari berbagai negara mencari rute alternatif dengan biaya perjalanan yang jauh lebih mahal.
“Semalam saya baru pulang, banyak sekali masyarakat asing yang menggunakan pesawat Garuda. Bahkan ada satu orang dari Doha naik taksi ke Riyadh, ongkosnya hampir Rp28 juta, kemudian dia naik pesawat Garuda,” katanya.
Kondisi Makkah dan Madinah Tetap Aman
Meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memanas, Rano memastikan kondisi di Tanah Suci tetap aman bagi para jemaah yang sedang menjalankan ibadah.
“Insyaallah Makkah dan Madinah relatif aman, tidak ada masalah,” ujarnya.
Namun demikian, ia berharap konflik yang terjadi segera mereda agar perjalanan ibadah umrah maupun haji tidak terganggu.
“Mudah-mudahan belum terjadi perubahan. Walaupun memang hari ke hari saya mengikuti berita di sana. Kita berdoa saja semoga pertempuran yang terjadi bisa segera selesai,” ujar Rano.