Bupati Sidrap Evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat, Dorong Swasembada Pangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengevaluasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 1.775 hektare. Evaluasi ini bertujuan menunjang swasembada pangan daerah dan mengatasi kendala di lapangan, demi mewujudkan swasembada pangan.
Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengevaluasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 1.775 hektare. Rakor ini fokus memantau progres konstruksi program tersebut. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin langsung rakor evaluasi ini di Makassar pada Sabtu, 10 Januari 2026. Pertemuan penting ini melibatkan berbagai pihak terkait.
Evaluasi ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah menuju swasembada pangan. Tujuannya adalah memastikan program berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Rakor ini menjadi forum penting untuk mengidentifikasi permasalahan. Selain itu, merumuskan langkah percepatan penyelesaian program juga menjadi agenda utama.
Rakor dilaksanakan menyusul belum rampungnya pelaksanaan program hingga akhir tahun anggaran 2025. Hal ini menunjukkan fokus pemerintah daerah dalam meninjau langsung perkembangan program. Bupati Syaharuddin Alrif berharap program ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan Menteri, Gubernur, dan juga harapannya sendiri.
Fokus Evaluasi dan Kendala Teknis Program Cetak Sawah Rakyat Sidrap
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menekankan pentingnya rakor ini untuk meninjau kondisi terakhir pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Tujuannya adalah mencari solusi atas berbagai kendala yang muncul di lapangan. Beliau berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat belum rampung sepenuhnya hingga akhir tahun anggaran 2025. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan intervensi. Rakor ini menjadi wadah strategis untuk mengecek progres dan menemukan solusi efektif.
Laporan dari konsultan pengawas CSR per Januari mengungkapkan bahwa realisasi fisik program belum mencapai 100 persen. Beberapa kendala teknis menjadi faktor penghambat utama penyelesaian proyek. Kendala tersebut meliputi kondisi akses menuju lokasi sawah serta kesiapan lahan yang belum optimal.
Komitmen Pemerintah Daerah untuk Swasembada Pangan
Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan komitmennya agar program Cetak Sawah Rakyat ini terlaksana dengan baik. Beliau berharap program ini sesuai dengan ekspektasi Menteri, Gubernur, dan juga harapannya sendiri. Manfaat program diharapkan dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat luas.
Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu pilar penting dalam upaya mencapai swasembada pangan di Kabupaten Sidrap. Dengan penambahan luas lahan produktif, diharapkan produksi padi dapat meningkat signifikan. Peningkatan ini akan berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.
Keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani. Peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu tujuan utama dari inisiatif pemerintah daerah ini.
Sinergi Berbagai Pihak dalam Rakor Cetak Sawah Rakyat Sidrap
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Hadir antara lain Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.
Selain itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Ibrahim turut hadir dalam rakor. Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan juga ikut serta. Berbagai kepala bagian dan bidang terkait juga hadir dalam pertemuan penting ini.
Rakor ini juga melibatkan para camat se-Kabupaten Sidrap, pendamping dan penyuluh pertanian, serta konsultan pengawas CSR. Manajer Brigade Pangan dan perwakilan kontraktor pelaksana Program Cetak Sawah Rakyat juga turut hadir. Kontraktor yang terlibat meliputi CV Amarta Konstruksi (Paket 1), PT Mineral Unggul Jaya (Paket 2), CV Albar Pratama (Paket 3), dan PT Yosiken Inti Perkasa (Paket 4).
Sumber: AntaraNews